MAMUJU — Ribuan warga yang memadati kawasan Car Free Day (CFD) Arteri Mamuju pada Minggu (7/6) pagi mendapat kesempatan memeriksa kondisi kesehatannya secara gratis. Program Studi DIII Keperawatan Poltekkes Kemenkes Mamuju (Polkesmaju) membuka posko pemeriksaan yang langsung diserbu pengunjung.
Para mahasiswa dan dosen turun langsung melayani warga. Pemeriksaan yang tersedia meliputi pengukuran tekanan darah, nadi, gula darah sewaktu (GDS), asam urat, dan kolesterol. Antrean panjang terlihat sejak posko dibuka.
"Kami melihat antusiasme warga sangat tinggi. Banyak yang langsung antre begitu tahu ada pemeriksaan gratis," kata Sekretaris Jurusan Keperawatan Polkesmaju, Ns. Rahmawati, di lokasi.
Pemeriksaan tidak berhenti pada angka hasil. Tim dosen dan mahasiswa langsung memberikan edukasi kepada warga yang hasil uji kesehatannya berada di atas ambang normal. Mereka mendapat penjelasan soal pola makan, aktivitas fisik, dan langkah pencegahan dini.
"Pentingnya pemeriksaan dan edukasi ini agar masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya, termasuk upaya pencegahannya," ujar Rahmawati.
Di sela-sela pemeriksaan, tim Polkesmaju juga membagikan brosur pendaftaran calon mahasiswa baru. Dosen Keperawatan Syafruddin AS., S.ST., M.Tr.Kep, yang ikut mengecek kesehatan warga, mengungkapkan bahwa momen CFD dimanfaatkan untuk promosi kampus.
"Kami bersama tim, termasuk mahasiswa, melakukan promosi kampus dengan memperkenalkan pendaftaran camaba melalui pembagian leaflet. Apalagi saat ini masih terbuka pendaftaran calon mahasiswa baru," jelas Syafruddin.
Uniknya, sebagian warga yang datang mengaku baru tahu keberadaan Poltekkes Kemenkes Mamuju. Kampus yang berlokasi di Jalan Poros Mamuju-Kalukku KM.16, Tadui, ini masih terdengar asing bagi sebagian masyarakat.
"Ada yang sering mendengar tapi tidak tahu lokasinya. Jadi sambil periksa, kami perkenalkan kampus ini sebagai kampus kesehatan negeri. Harapannya, bapak/ibu yang punya keluarga atau anak yang ingin kuliah di bidang kesehatan bisa memilih Polkesmaju," tambah Syafruddin.
Pemilihan CFD sebagai lokasi kegiatan dinilai tepat. Ribuan warga dari berbagai kalangan berkumpul di satu titik setiap pekan. Hal ini membuat jangkauan informasi dan layanan kesehatan menjadi lebih luas.
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Mereka tidak hanya melayani pemeriksaan, tetapi juga menjawab pertanyaan warga seputar kesehatan dan pendaftaran kampus.