SULAWESI BARAT — Keputusan mendadak FIFA itu diumumkan hanya sepekan sebelum turnamen bergulir. Padahal, sebelumnya penonton diizinkan membawa botol minum plastik. FIFA beralasan perubahan ini untuk mencegah risiko cedera akibat lemparan botol ke arah pemain atau penonton lain.
Olivia Chow, Wali Kota Toronto yang menjadi salah satu kota tuan rumah, langsung bereaksi keras. Ia menilai alasan keamanan FIFA tidak masuk akal di tengah risiko serangan panas dan dehidrasi yang mengancam penonton.
"Kenapa Anda harus membeli air minum botolan kalau bisa membawa air sendiri? Itu lebih murah dan bagus untuk lingkungan juga. Ini keterlaluan. Mereka cuma mau mencari uang lagi. Mereka sudah menghasilkan miliaran dolar, lo. Setop," ungkap Chow kepada CTV News.
Chow menegaskan, larangan itu baru bisa diterima jika FIFA menyediakan air minum kemasan gratis di dalam stadion. Jika tidak, ia menolak kebijakan yang dinilainya hanya menguntungkan sponsor.
Kecaman juga datang dari anggota dewan kota Toronto, Josh Matlow. Ia menuding FIFA mengorbankan kesehatan dan keselamatan penonton demi kepentingan bisnis. "Kesehatan dan keselamatan publik jelas lebih penting ketimbang FIFA membatasi para penggemar untuk hanya membeli produk minuman kola," cuit Matlow di X.
Kecurigaan mengarah pada pengaruh sponsor utama Piala Dunia 2026, Coca-Cola. Perusahaan raksasa minuman itu memiliki hak eksklusif atas penjualan minuman di dalam stadion, termasuk produk air kemasan Dasani. Banyak pihak menilai perubahan kebijakan FIFA terjadi setelah sponsor menekan agar tidak ada air dari luar yang masuk.
Di tengah polemik ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas kritik yang dilontarkan para pejabat Toronto. Sementara itu, para pemain di Piala Dunia 2026 justru mendapatkan jeda minum selama tiga menit saat laga berjalan 22 menit tiap babaknya. Kebijakan ini kontras dengan larangan bagi penonton yang harus membeli air kemasan di dalam stadion dengan harga yang lebih mahal.
Matlow berjanji akan meminta pemerintah kota untuk secara resmi menolak permintaan FIFA. "Saya akan meminta pemerintah kota untuk menolak permintaan FIFA yang tamak dan tak masuk akal ini," tegasnya.