Tren 8GB RAM Kembali ke Laptop Windows 11, Dell XPS 13 hingga Surface Laptop Jadi Contohnya

Penulis: Saiful  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 21:21:31 WIB
Dell XPS 13 terbaru hadir dengan opsi RAM 8GB sebagai varian entry-level.

SULAWESI BARAT — Setelah sempat dianggap sebagai standar minimal yang mulai ditinggalkan, konfigurasi RAM 8GB kembali marak di laptop Windows 11. Tom's Hardware mencatat tren ini menonjol di ajang Computex, di mana beberapa produsen besar merilis varian entry-level dengan memori 8GB.

Pemicu utama fenomena ini adalah kenaikan harga komponen, terutama modul RAM dan media penyimpanan. Produsen laptop mencari cara untuk menjaga banderol tetap terjangkau di tengah tekanan biaya produksi, dan memangkas kapasitas RAM menjadi opsi paling praktis.

Daftar Laptop yang Kembali ke 8GB

Dell XPS 13 varian terbaru hadir dengan opsi dasar 8GB RAM. Meski begitu, konsumen tetap bisa memilih konfigurasi 16GB dengan biaya tambahan.

Acer Swift Air 14 juga mengikuti pola serupa. Laptop ini mengusung prosesor Intel Wildcat Lake generasi terbaru, sama seperti Dell XPS 13 versi dasar.

Yang paling mengejutkan adalah Microsoft Surface Laptop for Business 13-inch yang dirilis bulan lalu. Varian entry-level laptop ini hanya dibekali 8GB RAM, sehingga tidak memenuhi syarat sebagai Copilot+ PC yang membutuhkan minimal 16GB.

Di segmen harga lebih murah, Chuwi UniBook hadir dengan banderol di bawah 500 dolar AS (sekitar Rp 8,2 juta) dan RAM 8GB.

MacBook Neo Jadi Katalisator

Apple disebut-sebut sebagai pihak yang memicu kembalinya tren ini. MacBook Neo yang sukses di pasaran membuktikan bahwa laptop dengan RAM 8GB masih bisa laris. Kabarnya, Apple menggandakan produksi MacBook Neo tahun ini dari 5 juta menjadi 10 juta unit.

Kesuksesan itu diikuti oleh produsen Windows. Selain Intel Wildcat Lake, chip Qualcomm Snapdragon C berbasis ARM juga akan menggerakkan laptop murah dengan RAM 8GB. Acer Aspire Go 15 menjadi salah satu contoh pertama yang menggunakan kombinasi ini.

Apakah 8GB Masih Layak Dibeli di 2026?

Untuk tugas dasar seperti browsing, email, menonton video, dan dokumen ringan, RAM 8GB masih mencukupi. MacBook Neo membuktikan performa tetap mulus untuk aktivitas sehari-hari.

Di sisi Windows 11, tantangannya sedikit lebih besar karena sistem operasi Microsoft dikenal lebih boros memori. Namun perusahaan sedang gencar menjalankan kampanye perbaikan untuk mengurangi konsumsi RAM tahun ini.

Kekhawatiran utama ada pada masa pakai. Jika Anda berencana memakai laptop selama lima tahun atau lebih, 8GB kemungkinan bakal terasa sempit. Apalagi jika fitur AI makin terintegrasi dalam sistem operasi sehari-hari. Masalahnya, sebagian besar laptop modern menyolder RAM ke motherboard sehingga tidak bisa diupgrade.

Kesimpulannya, laptop Windows 11 dengan RAM 8GB masih oke untuk kebutuhan dasar saat ini. Tapi jika Anda ingin perangkat yang tahan lebih dari tiga tahun, pertimbangkan untuk merogoh kocek lebih demi varian 16GB.

Reporter: Saiful
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top