Wakil Bupati Mamuju Tengah Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Serukan Living Ideology untuk Generasi Muda di Tengah Disrupsi Global

Penulis: Fajar  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 18:32:06 WIB
Wakil Bupati Mamuju Tengah memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Kantor Bupati.

MAMUJU TENGAH — Ribuan aparatur sipil negara, personel TNI/Polri, tokoh masyarakat, dan pelajar memadati Lapangan Kantor Bupati Mamuju Tengah sejak pagi. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Wakil Bupati Askary Anwar bertindak sebagai inspektur upacara. Ia membacakan pidato resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang sarat pesan kontemplatif.

Askary mengingatkan bahwa perayaan 1 Juni jangan hanya menjadi rutinitas tahunan. “Nilai luhur Pancasila telah terbukti tangguh menjadi perekat dan peredam guncangan di tengah ketidakpastian dunia,” ujarnya dari mimbar upacara.

Living Ideology untuk Milenial dan Gen Z

Pesan paling keras dialamatkan kepada generasi muda. Askary secara khusus mengajak milenial dan Gen Z di Kabupaten Mamuju Tengah untuk tidak memandang Pancasila sebagai pajangan di dinding kantor atau buku sejarah.

Menurutnya, ideologi negara harus menjadi panduan aktif dalam etika bermedia sosial dan pemanfaatan teknologi ekonomi. Di tengah lompatan digital yang disruptif, generasi muda dinilai paling rentan kehilangan jati diri jika tidak berpegang pada nilai-nilai dasar bangsa.

Birokrasi Diingatkan soal Keadilan Sosial

Tak hanya menyasar akar rumput, Askary juga memberikan sentilan kepada jajaran birokrasi. Di hadapan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir, ia menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial.

“Perencanaan anggaran hingga eksekusi pembangunan daerah wajib bersandar pada nilai-nilai Pancasila,” tegasnya. Hal ini dinilai krusial di tengah ego individualisme modern yang perlahan mengikis tradisi gotong royong.

Potret Mini Indonesia di Lalla Tassisara

Kabupaten Mamuju Tengah, yang berjuluk Lalla Tassisara, disebut sebagai potret mini Indonesia. Wilayah ini kaya akan keberagaman suku, agama, dan latar belakang budaya.

Dalam pidatonya, Askary juga menyoroti peran Indonesia di panggung internasional. Merujuk pada mandat UUD 1945, nilai gotong royong dan persatuan dalam Pancasila dinilai sebagai modal diplomasi untuk stabilitas global dan penyelesaian konflik kemanusiaan.

“Selama semangat Pancasila mengalir dalam darah kita, Indonesia akan tetap tegap dan damai,” pungkas Askary menutup pidato di bawah langit Sulawesi yang cerah.

Reporter: Fajar
Sumber: sulbaronline.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top