SULAWESI BARAT — Pengakuan dari induk sepak bola dunia ini datang setelah Persib berhasil mengukuhkan diri sebagai kampiun di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Dalam surat yang diterima Ketua Umum PSSI Erick Thohir, FIFA menilai gelar juara ini merupakan hasil dari dedikasi tinggi yang ditunjukkan tim kebanggaan Jawa Barat tersebut sepanjang musim.
Bagi manajemen Persib, surat dari Presiden FIFA memiliki bobot yang lebih strategis ketimbang pesan seremonial biasa. Ini menjadi validasi bahwa performa klub di pentas domestik mulai dipantau secara serius di level internasional.
"Gelar juara ini adalah buah dari kerja keras dan konsistensi," demikian bunyi pesan yang disampaikan Infantino kepada PSSI. Surat tersebut juga menyampaikan selamat kepada seluruh komponen klub yang berkontribusi dalam kesuksesan besar ini.
Keberhasilan Persib meraih trofi dan apresiasi FIFA tidak datang secara instan. Setidaknya ada empat faktor utama yang bersinergi sepanjang musim:
Kolaborasi dari seluruh elemen ini melewati proses panjang yang melelahkan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Hasilnya, trofi juara akhirnya bisa dipersembahkan untuk publik Bandung dan Jawa Barat.
Keluarga besar Persib menerima penghargaan dari Zurich dengan rasa bangga sekaligus rendah hati. Manajemen klub menegaskan bahwa gelar juara liga bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan fondasi untuk mengejar target yang lebih tinggi.
Persib bertekad untuk terus bertransformasi menjadi klub profesional dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sepak bola nasional. Trofi ini diharapkan menjadi pelecut semangat untuk membawa nama Bandung dan Indonesia semakin disegani di kancah internasional yang lebih luas.