MAMUJU — BPJS Kesehatan Cabang Mamuju menggelar kegiatan Influencer Gathering & Edukasi Fasilitas Kesehatan Terpadu (Edufast) Tahun 2026 di Aula Matos Hotel Mamuju, Selasa (19/5/2026). Acara ini menghadirkan puluhan content creator, Tiktokers, serta perwakilan fasilitas kesehatan di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Mamuju sebagai upaya memperkuat edukasi masyarakat terkait Program JKN.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, St. Umrah Nurdin, menekankan bahwa para kreator konten memiliki peran besar dalam membentuk opini publik. Menurutnya, informasi yang beredar di media sosial harus benar, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui Edufast ini kita ingin memperkuat kolaborasi antara pemerintah, content creator, dan fasilitas kesehatan. Mereka memiliki peran besar dalam membentuk opini publik, sehingga informasi yang disampaikan harus benar, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar St. Umrah Nurdin dalam sambutannya.
St. Umrah Nurdin mengungkapkan bahwa capaian Universal Health Coverage (UHC) di Sulawesi Barat telah terpenuhi. Hal ini menunjukkan komitmen tinggi pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung kepesertaan Program JKN.
“Alhamdulillah untuk wilayah Sulawesi Barat, capaian UHC sudah terpenuhi. Tinggal bagaimana kita menjaga keaktifan peserta agar masyarakat tetap terlindungi dalam program JKN,” katanya.
Artinya, tantangan kini bukan lagi soal jumlah pendaftar, melainkan memastikan peserta tetap aktif membayar iuran agar perlindungan kesehatannya tidak terputus.
Kegiatan bertema “Edukasi Masyarakat Melalui Konten Berkualitas, Wujudkan Indonesia Semakin Sehat” ini juga menjadi ruang berbagi informasi antara fasilitas kesehatan dan para influencer. Perwakilan faskes yang hadir turut memberikan gambaran implementasi Program JKN di lapangan.
“Kami mengajak teman-teman influencer untuk ikut menginformasikan program JKN dengan benar, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambah St. Umrah Nurdin.
BPJS Kesehatan Mamuju berharap para kreator konten tidak sekadar membuat konten viral, tetapi juga mampu menjawab kebingungan warga soal prosedur klaim, fasilitas yang ditanggung, hingga cara menjaga status kepesertaan tetap aktif.