SULAWESI BARAT — Vivo V80 resmi meluncur dengan harga ?62.999 (sekitar US$660) dan menjadi salah satu ponsel pertama di kelas menengah yang membawa mode kamera AI Creation, fitur yang sebelumnya hanya ada di jajaran flagship Vivo. Ponsel ini mengandalkan baterai 7.200mAh dengan pengisian 90W, chipset Snapdragon 7 Gen 4, dan kamera selfie ZEISS 50MP. Ketersediaan di India, Asia Tenggara, dan Timur Tengah dijadwalkan dalam beberapa pekan ke depan.
Vivo V80 membawa layar OLED 6,59 inci dengan refresh rate 144Hz, resolusi 1.5K, dan dukungan warna 10-bit sejati tanpa dithering. Panelnya juga memakai PWM dimming 4320Hz pada tingkat kecerahan rendah, plus opsi DC dimming penuh bagi pengguna yang sensitif terhadap kedipan layar.
Dapur pacunya Snapdragon 7 Gen 4 dipadukan RAM 8GB. Kombinasi ini menempatkan Vivo V80 di segmen menengah atas, tetapi dengan sejumlah spesifikasi yang biasanya baru muncul di ponsel berbanderol jauh lebih mahal.
Mode AI Creation Jadi Daya Tarik Utama
Fitur yang paling disorot adalah AI Creation, mode kamera yang memproses foto sepenuhnya di cloud. Saat pengguna mengarahkan viewfinder ke objek, sistem memindai suasana dan otomatis menerapkan gaya visual yang dianggap paling cocok.
Pengguna masih diberi dua opsi gaya tambahan untuk dipilih cepat, atau bisa masuk ke antarmuka penuh dan menentukan sendiri gaya yang diinginkan. Mode ini juga bisa menghapus orang dari foto secara otomatis tanpa perlu menggambar seleksi manual.
Prosesnya memakan waktu sekitar satu menit per foto, dengan kemampuan memproses hingga 10 gambar sekaligus. Karena bergantung pada koneksi cloud, hasil akhir baru muncul setelah perangkat terhubung ke internet. Foto asli tetap tersimpan di aplikasi Albums Vivo, sehingga pengguna bisa mengganti gaya setelah pemotretan.
Kategori Travel dan Landscape dengan Hasil Variatif
Kategori Travel menghasilkan efek yang cukup meyakinkan, seperti gaya Sunlight. Sejumlah opsi lain di kategori ini tampil lebih dramatis sehingga jejak editan AI lebih mudah terlihat.
Pada kategori Landscape, hasil awal terlihat natural, tetapi memperbesar gambar sedikit saja sudah memperlihatkan tanda pengeditan AI yang jelas. Karakter ini membuat mode tersebut lebih cocok untuk foto bergaya dramatis ketimbang dokumentasi sehari-hari.
Spesifikasi Kamera Belakang dan Selfie
Kamera utama Vivo V80 memakai sensor Sony LYTIA 700V 50MP. Ada kamera telephoto 50MP Sony IMX882 dengan zoom optik 3x, serta kamera ultrawide 8MP atau 12MP tergantung region.
Untuk selfie, Vivo menyematkan kamera ZEISS center-stage 50MP dengan sudut pandang 90 derajat. Konfigurasi ini menempatkan Vivo V80 sebagai salah satu ponsel kelas menengah dengan paket kamera paling lengkap saat ini.
Ketahanan dan Ketersediaan
Vivo V80 mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69, artinya ponsel tahan debu serta rendaman air pada kondisi tertentu. Baterai 7.200mAh menjadi salah satu kapasitas terbesar di kelasnya, didukung pengisian cepat 90W.
Vivo menyebut ponsel ini akan tersedia di India, Asia Tenggara, Timur Tengah, dan sejumlah region lain dalam beberapa pekan mendatang. Untuk pasar Indonesia, belum ada pengumuman resmi mengenai jadwal dan harga lokal.
Catatan soal Penanda AI
Satu hal yang menjadi sorotan penguji adalah absennya SynthID atau standar penanda AI lain pada hasil editan. Jejak "ai_creation" sebenarnya tercatat di kolom komentar data EXIF, tetapi sistem seperti Gemini belum tentu membacanya sebagai penanda konten hasil AI.
Praktik ini memunculkan pertanyaan soal transparansi di tengah derasnya konten sintetis. Sejumlah pengamat menilai produsen ponsel perlu mengadopsi penanda standar agar platform dan mesin pencari bisa mengidentifikasi gambar hasil editan AI secara otomatis.
Vivo V80 sendiri memperlihatkan tren baru: fitur kamera AI yang dulu eksklusif di flagship kini turun ke ponsel kelas menengah. Bagi pengguna di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, keputusan Vivo soal harga dan jadwal rilis lokal akan menentukan seberapa besar fitur ini benar-benar terjangkau.