MAMUJU TENGAH — Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat Wahida Paheng bersama Sekda Mamuju Tengah Litha Febriani meresmikan Tamasya di Daycare Al-Fatih, Dusun Tallu Ngallo, Desa Tobadak. Peresmian itu juga diikuti Kepala Dinas BKKBN Mamuju Tengah, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Bunda PAUD Kabupaten Mamuju Tengah. Tamasya dirancang sebagai wadah pembinaan pengasuh anak usia dini dengan standar kompetensi yang ketat.
Apa Itu Program Tamasya dan Siapa Sasaran Pesertanya
Tamasya merupakan program inovatif yang menyasar para pengasuh di layanan penitipan anak. Fokus utamanya adalah mencetak pengasuh yang memiliki standar kompetensi tinggi dalam merawat anak usia dini. Program ini berpusat di Daycare Al-Fatih yang berlokasi di Desa Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah.
Pemprov Sulbar bersama Pemkab Mamuju Tengah menggandeng BKKBN Perwakilan Sulbar dalam peluncuran program tersebut. Kolaborasi lintas instansi ini menempatkan Tamasya sebagai bagian dari upaya penguatan layanan PAUD di daerah.
Rasio Pengasuh dan Anak Diatur Ketat Sesuai Usia
Daycare Al-Fatih menerapkan regulasi ketat terkait rasio pendampingan antara pengasuh dan anak. Rasio itu disesuaikan dengan tingkat usia anak yang dititipkan. Untuk kategori bayi dan batita usia 0 hingga 2 tahun, satu pengasuh hanya menjaga satu anak.
Aturan itu diterapkan demi memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak secara intensif. Sementara untuk kategori anak usia 2 hingga 5 tahun, satu pengasuh dipercayakan memegang maksimal dua anak. Tujuannya agar pemantauan aktivitas bermain dan belajar edukatif tetap kondusif, teratur, dan aman.
Harapan Sekda Litha Febriani pada Program Tamasya
Sekda Mamuju Tengah Litha Febriani menaruh harapan besar atas kehadiran program Tamasya. Menurutnya, program ini dapat menjadi wadah pembinaan untuk mencetak pengasuh berkompetensi tinggi dalam merawat anak usia dini.
"Dengan adanya standardisasi pola asuh yang ketat dan profesional tersebut, hak-hak keselamatan dan kenyamanan anak yang dititipkan akan senantiasa terlindungi dengan baik," ujarnya.
Litha juga menegaskan komitmen terhadap keselamatan dan kedekatan emosional anak melalui regulasi rasio pendampingan yang ketat. "Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kedekatan emosional anak, Daycare Al-Fatih menerapkan regulasi ketat terkait rasio pendampingan antara pengasuh dan anak yang disesuaikan dengan tingkat usia," terangnya.
Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Mamuju Tengah
Pemerintah daerah optimistis bahwa investasi jangka panjang terhadap kualitas pengasuhan anak usia dini menjadi kunci utama bagi Kabupaten Mamuju Tengah. Langkah ini dinilai penting untuk melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berkualitas tinggi.
Peluncuran Tamasya di Daycare Al-Fatih menjadi penanda komitmen Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju Tengah dalam memperkuat ekosistem pengasuhan anak usia dini. Ke depan, standar pengasuhan yang diterapkan diharapkan menjadi rujukan bagi layanan penitipan anak lain di wilayah tersebut.