BOGOR — Sebanyak 1.476 lulusan perguruan tinggi yang tergabung dalam Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 resmi mendapat pembekalan sebelum diterjunkan ke lapangan. Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan yang digelar di Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2029).
Fokus pada Kesehatan dan Pendidikan di Kawasan Transmigrasi
Dalam pemaparannya, Suhardi Duka menegaskan bahwa pembangunan daerah, khususnya di kawasan transmigrasi, tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah daerah, menurutnya, membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk memperluas dampak pembangunan.
“Pemerintah daerah selalu memprioritaskan pelayanan kesehatan karena itu merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Selain itu, pelayanan pendidikan juga harus menjadi perhatian agar kualitas sumber daya manusia terus meningkat,” ujar SDK di hadapan para peserta.
Beasiswa 2.000 Mahasiswa per Tahun Jadi Modal
Suhardi Duka menjelaskan, Pemprov Sulbar telah menjalankan program beasiswa bagi mahasiswa asal daerah yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan minimal 2.000 beasiswa untuk anak-anak Sulawesi Barat.
“Setiap tahun kami memberikan minimal 2.000 beasiswa bagi anak-anak Sulawesi Barat yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” katanya.
Antusiasme Peserta: Lebih dari Sekadar Tugas
Usai menjadi narasumber, Suhardi mengaku terkesan dengan antusiasme para peserta yang mayoritas merupakan sarjana. Ia menilai interaksi yang terjalin sangat baik karena para peserta memiliki motivasi tinggi untuk mengabdi.
“Saya seperti sedang berkampanye karena pesertanya lebih dari 1.400 orang. Interaksinya sangat bagus karena mereka adalah sarjana. Saya memberi semangat kepada mereka untuk menjadi seorang patriot,” ungkapnya.
Menurut Suhardi, para peserta merasa bangga karena terpilih mengikuti program nasional ini. “Mereka merasa menjadi orang-orang terpilih. Karena itu, semangat dan antusiasme mereka untuk bertugas di daerah sangat tinggi. Program ini mampu menumbuhkan semangat patriotisme di kalangan generasi muda,” tuturnya.
Target: Rekomendasi Berbasis Data untuk Kebijakan Pemerintah
Program yang digagas Kementerian Transmigrasi ini tidak sekadar menempatkan pemuda di kawasan transmigrasi. Setiap peserta ditugaskan memetakan potensi daerah, mengidentifikasi persoalan masyarakat, dan menyusun rekomendasi berbasis data sebagai bahan pengembangan kawasan.
Suhardi Duka berharap hasil riset dan temuan di lapangan bisa menjadi masukan konkret bagi pemerintah pusat. “Hasil riset dan temuan mereka di lapangan diharapkan menjadi masukan bagi Kementerian Transmigrasi untuk ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan maupun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Sulawesi Barat menjadi salah satu dari 53 kawasan yang masuk dalam program Tim Ekspedisi Patriot 2026. Pemerintah berharap program ini melahirkan inovasi dan rekomendasi yang mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan.