SULAWESI BARAT — Revitalisasi gudang ini merupakan bagian dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang digelontorkan pemerintah untuk memperkuat logistik pangan nasional. Proses pembangunannya telah mencapai 100 persen, dan kini gudang memasuki masa pemeliharaan yang berlangsung hingga 12 Februari 2027.
Kalsel Jadi Andalan Lumbung Pangan Nasional
Kalimantan Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil beras utama di luar Jawa. Dengan tambahan kapasitas penyimpanan ini, Bulog bisa lebih leluasa menyerap gabah petani saat panen raya, sekaligus mengantisipasi lonjakan harga di musim paceklik.
"Peningkatan kapasitas penyimpanan dan penyerapan hasil panen petani akan memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas pasokan dan harga," ujar Titiek dalam keterangannya, Rabu (8/7). Ia menambahkan, peran strategis Kalsel harus terus didorong untuk mewujudkan kemandirian pangan Indonesia.
DPR Siap Dorong Anggaran Tambahan untuk Bulog
Dalam kesempatan yang sama, politisi senior itu mengapresiasi sinergi antara pemerintah, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog. Ia menekankan pentingnya percepatan distribusi dan pelayanan yang lebih baik kepada petani di daerah.
Titiek juga menyatakan Komisi IV DPR RI siap mendukung usulan tambahan anggaran untuk pembangunan Rice Milling Unit (RMU) di Kalimantan Selatan. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan kualitas pengolahan gabah menjadi beras yang siap distribusi.
"Semoga gudang ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan daerah," ucapnya.
Dampak Langsung ke Petani dan Konsumen
Dengan adanya gudang berkapasitas 3.500 ton, petani di Kalsel tidak perlu khawatir hasil panennya tidak terserap saat produksi melimpah. Bulog bisa bertindak sebagai offtaker utama yang menyerap gabah dengan harga acuan pemerintah.
Bagi konsumen, keberadaan stok beras yang memadai di gudang ini menjadi jaring pengaman ketika harga pasar mulai merangkak naik. Operasional gudang yang baru rampung ini diharapkan langsung berjalan optimal untuk menyambut musim panen berikutnya.