SULAWESI BARAT — Pasar modal Indonesia mengawali Juli dengan performa gemilang. IHSG langsung menunjukkan taringnya sejak pembukaan dengan melompat 1,07% ke 5.806,17, dan terus merangkak naik hingga menyentuh level tertinggi harian di 5.899,302. Dari 775 saham yang diperdagangkan, sebanyak 508 saham berhasil ditutup di zona hijau, sementara hanya 128 saham yang melemah.
Dominasi aksi beli terlihat merata di seluruh sektor. Sektor barang baku (IDX Basic) menjadi primadona dengan kenaikan fantastis 3,80%, disusul sektor industri yang melesat 3,20%, dan infrastruktur yang menguat 2,62%. Sektor energi juga ikut berkontribusi dengan kenaikan 2,31%.
Saham BUMN dan Bank Besar Pimpin Penguatan
Emiten pelat merah menjadi bintang dalam sesi ini. PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) memimpin dengan lonjakan 9,04% ke Rp 1.990, disusul PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang naik 8,30% ke Rp 3.520. Saham tambang PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga tak ketinggalan, menguat 7,40% ke Rp 3.480.
Dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan signifikan 4,31% ke Rp 6.050. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ikut mendorong indeks dengan penguatan 1,12% ke Rp 2.720. Emiten konglomerat Astra International (ASII) juga turut menyumbang poin besar bagi IHSG.
Sentimen Global Mereda, The Tak Lagi Agresif
Penguatan IHSG tidak lepas dari kabar positif dari panggung global. Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah setelah kemajuan pembicaraan damai antara AS dan Iran memberikan angin segar bagi pasar keuangan dunia. Kondisi ini menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi global.
Dari AS, pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh yang menegaskan tidak akan lagi memberikan panduan eksplisit soal suku bunga disambut positif pasar. Data pasar tenaga kerja AS yang mulai melemah dan inflasi yang mereda semakin mengurangi urgensi kenaikan suku bunga. Indeks dolar AS bahkan terpantau melemah ke level 100,856, level terendah sejak 19 Juni 2026.
Kinerja BUMN Solid, Pemerintah Siapkan Pusat Keuangan Baru
Di dalam negeri, kepercayaan investor terhadap BUMN kian kuat setelah seluruh laporan keuangan tahun buku 2025 rampung dan kinerja hingga April 2026 menunjukkan tren positif. Seluruh emiten BUMN yang aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia kompak menguat pada hari ini.
Optimisme juga datang dari langkah pemerintah mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui RUU PFII. Rancangan undang-undang ini menawarkan insentif besar, termasuk pembebasan pajak dan sistem hukum komersial berstandar internasional, yang diharapkan mampu menarik investasi asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan regional.
Catatan: Aliran Dana Asing Masih Keluar
Meski IHSG melesat, tekanan dari aksi jual bersih (net sell) investor asing masih menjadi pekerjaan rumah. Secara year to date (YTD), nilai jual bersih asing telah mencapai Rp 88,57 triliun. Pada perdagangan Kamis (2/7/2026) kemarin, investor asing tercatat menjual bersih Rp 322,69 miliar. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengingatkan bahwa arus keluar dana asing ini berpotensi menjadi tantangan bagi keberlanjutan rally IHSG ke depan.