MAMUJU — Kegiatan Subuh Keliling yang digelar Polda Sulawesi Barat menghadirkan Kabidpropam, Kabidkum, dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) di tengah jamaah masjid. Para pejabat kepolisian itu tidak datang membawa laporan atau perkara, melainkan duduk bersama warga selepas salat Subuh untuk berbincang soal kehidupan sehari-hari.
Suasana pertemuan berlangsung akrab tanpa sekat jabatan dan pangkat. Personel Polri dan jamaah duduk dalam satu lingkaran, membahas nasihat agama hingga persoalan yang dihadapi masyarakat.
Setelah ibadah berjamaah, polisi dan jamaah saling bertukar pandangan mengenai nilai-nilai agama, pentingnya menjaga persaudaraan, dan kepedulian terhadap sesama. Perbincangan juga menyentuh peran bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
Ruang dialog itu membuka kesempatan bagi warga menyampaikan aspirasi, masukan, maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban. Tidak semua permasalahan masyarakat harus menunggu menjadi perkara hukum.
Ada persoalan keluarga, keresahan sosial, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga konflik antarwarga yang justru lebih baik dikenali dan dicegah sejak dini. Persoalan-persoalan semacam itu kerap luput dari laporan resmi, tetapi terasa langsung di lingkungan tempat tinggal.
Subuh Keliling menjadi salah satu pendekatan humanis Polda Sulbar untuk memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan masyarakat. Dengan turun langsung ke tengah warga, kepolisian diharapkan mampu memahami akar persoalan, bukan hanya menangani akibat yang ditimbulkannya.
Kehadiran polisi di masjid pada waktu subuh memberi warna berbeda dari pola pengamanan yang biasa dilihat warga. Pertemuan sederhana seusai salat menjadi jalan bagi kepolisian untuk mendengar langsung suara umat.
Dari percakapan sederhana seusai salat Subuh, dapat tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan lahir keterbukaan, dan dari keterbukaan itulah berbagai persoalan masyarakat dapat diketahui serta dicarikan jalan keluarnya.