Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat menggencarkan pencegahan stunting dengan mendorong pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan bergizi di Kabupaten Pasangkayu. Langkah ini menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, dan remaja putri melalui sosialisasi yang digelar Senin (19/1/2026).
PASANGKAYU — Upaya menekan angka stunting di Sulawesi Barat tidak lagi bertumpu pada layanan puskesmas semata. DKPPKB Provinsi Sulbar bersama Tim Penggerak PKK mengalihkan fokus intervensi ke unit terkecil masyarakat, yakni keluarga, dengan menjadikan lahan kosong di sekitar rumah sebagai lumbung pangan bergizi.
Sosialisasi dan intervensi gizi tersebut berlangsung di Sin Cafe, Kabupaten Pasangkayu, Senin (19/1/2026). Acara ini dihadiri Sekretaris TP PKK Kabupaten Pasangkayu serta sejumlah kepala desa terpilih di wilayah itu.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa perbaikan gizi masyarakat harus dimulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, pekarangan rumah memiliki potensi besar untuk menyediakan bahan pangan bergizi yang mudah dijangkau keluarga setiap hari.
“Pencegahan stunting harus dimulai dari keluarga. Pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk menyediakan sumber pangan bergizi yang mudah dijangkau, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan pangan keluarga,” ujar dr. Nursyamsi dalam keterangannya, Selasa (20/1/2026).
Hasil panen dari lahan pekarangan ini dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan. Ibu hamil, bayi, balita, serta remaja putri menjadi prioritas utama dalam program pemanfaatan lahan ini.
dr. Nursyamsi mengingatkan bahwa program ini tidak akan berjalan optimal tanpa kolaborasi lintas sektor. Kehadiran TP PKK dan kepala desa terpilih dalam sosialisasi ini diharapkan mampu memperkuat komitmen intervensi gizi hingga ke tingkat desa.
“Kita ingin membangun kesadaran bahwa intervensi gizi bukan hanya tugas tenaga kesehatan. Pemerintah desa, TP PKK, keluarga, dan masyarakat harus bergerak bersama agar upaya perbaikan gizi memberikan dampak yang berkelanjutan,” tegasnya.
Gerakan ini sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Target akhirnya adalah menciptakan sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berkarakter sejak dari lingkungan keluarga.
Pemerintah provinsi berharap intervensi ini tidak berhenti menjadi kegiatan seremonial belaka. Yang diharapkan adalah tumbuhnya gerakan masif di tengah masyarakat untuk membudayakan pola konsumsi beragam dan bergizi dari hasil pekarangan sendiri.
“Dari pekarangan rumah, kita bangun keluarga sehat. Dari keluarga sehat, kita wujudkan generasi Sulawesi Barat yang unggul menuju Sulbar Maju dan Sejahtera,” tutupnya.