SULAWESI BARAT — Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 menjadi catatan tersendiri bagi John Herdman. Pelatih asal Inggris itu baru saja melewati tujuh bulan masa kerjanya, dan statistiknya kini menjadi bahan evaluasi publik.
Dari delapan laga yang sudah dijalani, rata-rata poin yang dipersembahkan Herdman mencapai dua poin per pertandingan. Catatan itu terbilang impresif di atas kertas, tetapi hasil di turnamen resmi masih jauh dari harapan.
Perjalanan Herdman dimulai dengan debut manis saat Timnas Indonesia menghancurkan St. Kitts and Nevis 4-0 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 Maret 2026. Namun, tiga hari berselang, skuad Garuda dipaksa menelan pil pahit setelah kalah 0-1 dari Bulgaria.
Memasuki periode FIFA Matchday Juni 2026, performa tim Merah-Putih meningkat tajam. Anak asuh Herdman membekuk Oman dengan skor telak 3-0 di Stadion Gelora Bung Karno, lalu menyusul kemenangan tipis 1-0 atas Mozambik empat hari kemudian.
Puncaknya terjadi di Piala AFF 2026 yang berlangsung sejak akhir Juli. Timnas Indonesia mengawali fase grup dengan gemilang, menghancurkan Kamboja 5-1 di Stadion Pakansari, Bogor, dan menundukkan Timor Leste 3-0 pada laga kedua.
Dua kemenangan beruntun itu tak berlanjut saat menghadapi lawan yang lebih berat. Timnas Indonesia dipermalukan Vietnam dengan skor 0-3 di hadapan pendukung sendiri di Stadion Pakansari, Senin (3-8-2026).
Hasil imbang 1-1 melawan Singapura di Stadion Jalan Besar pada laga pamungkas memastikan langkah skuad Garuda terhenti. Vietnam dan Singapura, yang berstatus juara bertahan dan kuda hitam, akhirnya melaju ke babak semifinal.
Usai tersingkir, Herdman membela anak asuhnya. Ia menilai Thom Haye dan rekan-rekan setimnya sudah berjuang maksimal di atas lapangan, meski hasil akhir tidak sesuai harapan.
"Para pemain sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Mereka memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki, tetapi tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan," kata Herdman seusai laga di Singapura.
Kegagalan ini tak membuat Herdman kehilangan arah. Pelatih berusia 51 tahun itu kini mengarahkan fokusnya ke FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober. Ia menegaskan turnamen tersebut menjadi ajang penting bagi pemain domestik dan internasional untuk memperebutkan tempat di skuad utama.
"FIFA ASEAN sudah di depan mata. Itu kompetisi yang sangat penting bagi kami, pemain domestik dan internasional kami akan tersedia untuk bermain bersama," ujar Herdman.