MAMUJU — Pelatihan menyasar dokter dan perawat di puskesmas serta fasilitas kesehatan primer di seluruh kabupaten Sulawesi Barat. Materi pelatihan mencakup pengenalan gejala awal stroke, penilaian dan penanganan awal, serta penentuan langkah rujukan pasien secara cepat dan tepat.
DKPPKB Sulbar menilai penguatan kompetensi tenaga kesehatan di layanan primer menjadi keharusan. Puskesmas berperan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama untuk kasus kegawatdaruratan medis seperti stroke.
Mengapa Deteksi Dini Stroke Jadi Prioritas di Layanan Primer
Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang menuntut respons cepat. Keterlambatan mengenali gejala maupun memperoleh penanganan meningkatkan risiko kecacatan hingga kematian.
Karena itu, dokter dan perawat di FKTP dituntut mampu mengidentifikasi tanda-tanda stroke. Mereka juga harus melakukan tindakan awal sesuai standar pelayanan dan memastikan pasien segera mendapat penanganan lanjutan melalui sistem rujukan yang terkoordinasi.
Penguatan penanganan stroke tidak cukup hanya dari sisi kompetensi tenaga medis. Kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan edukasi masyarakat soal gejala stroke sejak dini menjadi penopang yang sama pentingnya.
Skema SOPHI dan Harapan DKPPKB Sulbar
Pelatihan ini berjalan di bawah Project Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI). Program tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di layanan primer.
Melalui pelatihan ini, DKPPKB Sulbar berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di tempat tugas masing-masing. Fokusnya meningkatkan kecepatan dan ketepatan pelayanan terhadap pasien dengan dugaan stroke.
Kepala DKPPKB Sulbar dr. Nursyamsi Rahim menutup pelatihan pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan berlangsung sejak 12 Oktober 2026 di Matos Hotel, Mamuju, diikuti dokter dan perawat FKTP se-Sulawesi Barat.
Kaitan dengan Visi Pembangunan Sulbar
Langkah DKPPKB Sulbar sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Sulawesi Barat "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera" di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Visi tersebut menekankan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Dengan berakhirnya pelatihan, para dokter dan perawat diharapkan tidak hanya membawa pulang pengetahuan teknis. Mereka dituntut menerapkannya dalam pelayanan sehari-hari di fasilitas kesehatan masing-masing.
DKPPKB Sulbar berharap penguatan kapasitas tersebut mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan primer yang semakin responsif, aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien.