MAJENE — Kepala BPMP Provinsi Sulawesi Barat, Dr. Haksan Darwangsa, M.Si., menyebut kegiatan itu sebagai ajang memperlihatkan akuntabilitas pemanfaatan teknologi digital kepada masyarakat luas. SDN No. 41 Rangas Majene terpilih sebagai salah satu satuan pendidikan penerima program prioritas Presiden RI di bidang pendidikan dasar dan menengah.
Dari Bangunan Fisik sampai Ekosistem Belajar Ramah Anak
Revitalisasi mengubah infrastruktur sekolah menjadi lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan ramah anak. Intervensi tidak berhenti di fisik bangunan.
Digitalisasi pembelajaran diterapkan agar proses belajar mengajar berlangsung interaktif dan berpusat pada peserta didik. Kombinasi keduanya disebut sebagai transformasi total lingkungan belajar di sekolah yang berada di kawasan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene itu.
Siapa Saja yang Diundang ke Open House
BPMP Sulbar mengundang sejumlah pemangku kepentingan utama Kabupaten Majene untuk hadir langsung menyaksikan perubahan tersebut. Mereka adalah:
- Ketua DPRD Kabupaten Majene
- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene
- Kabid Sarpras dan Koordinator Pengawas (Korwas) Dinas Pendidikan Majene
- Unsur komite sekolah, tokoh masyarakat, dan orang tua murid
Kehadiran mereka dimaksudkan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengawal mutu pendidikan di Bumi Macoa.
Nol Biaya, Ditanggung DIPA BPMP Sulbar
Seluruh pembiayaan kegiatan dipastikan gratis dan dibebankan penuh pada DIPA BPMP Sulawesi Barat. Tidak ada pungutan biaya apa pun kepada pihak sekolah maupun undangan.
Langkah ini berjalan beriringan dengan komitmen tata kelola kelembagaan bersih. BPMP Sulbar saat ini tengah melangkah menuju Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK).
Jadi Tolok Ukur Pemenuhan SPM Pendidikan
Transformasi di SDN No. 41 Rangas Majene diharapkan menjadi tolak ukur baru pencapaian target pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di tingkat daerah. Bagi BPMP Sulbar, open house bukan sekadar seremonial.
Agenda itu diposisikan sebagai titik awal penyiapan generasi Sulawesi Barat yang siap berkompetisi di era digital, dengan sekolah negeri di Majene sebagai contoh konkretnya.