MAMUJU — Peristiwa nahas itu bermula ketika Supriadi, petani asal Dusun Tallang Gading, Desa Kalepu, Kecamatan Tommo, mengemudikan mobilnya dari arah selatan menuju utara. Ia diduga kuat mengantuk saat melintasi lokasi kejadian yang memiliki karakteristik jalan menikung dan menanjak. Mobil oleng, menabrak pembatas jalan, lalu terjatuh ke area lereng.
Laju kendaraan tertahan oleh pepohonan di dasar lereng sehingga tidak jatuh lebih dalam. Petugas yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk menangani evakuasi dan mengatur arus lalu lintas di sekitar jalur Trans Sulawesi.
Evakuasi Pakai Alat Berat, Warga Ikut Bahu Membahu
IPTU Pasha Aditya N, Kanit I Silaka Ditlantas Polda Sulbar, memimpin langsung proses evakuasi di lapangan. Menurut dia, personelnya segera mendatangi lokasi untuk olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi.
"Kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta membantu proses evakuasi kendaraan yang posisinya masih tertahan di lereng," tutur IPTU Pasha Aditya.
Alat berat didatangkan agar kendaraan bisa segera diamankan dari lereng. Polantas bersama warga setempat terlihat bahu membahu membantu hingga mobil akhirnya berhasil dievakuasi.
Dua Saksi Dimintai Keterangan, Korban Dipastikan Sehat
Meski kondisi mobil mengalami kerusakan, Supriadi dan satu penumpangnya, Hj. Hasi (50), dinyatakan selamat dan tidak mengalami luka apa pun. Dua saksi di sekitar lokasi, Abarudding (41) dan Rusmi (55), telah dimintai keterangan untuk melengkapi laporan kepolisian.
Ditlantas Polda Sulbar menyikapi insiden ini dengan mengingatkan pengguna jalan agar memperhatikan kondisi fisik sebelum berkendara. Imbauan itu disampaikan langsung oleh IPTU Pasha Aditya.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika merasa lelah atau mengantuk saat berkendara, jangan dipaksakan. Segera cari tempat yang aman untuk beristirahat. Keselamatan adalah yang utama, ingat ada keluarga yang menunggu Anda di rumah," imbaunya.
Jalur Trans Sulawesi di wilayah Mamuju dikenal memiliki banyak titik menikung dan tanjakan, terutama di ruas pedesaan. Pengendara dari luar kota diminta beristirahat berkala sebelum melintasi jalur tersebut, khususnya pada pagi hingga siang hari saat kantuk mudah datang.