Pencarian

Warga Mamasa Keluhkan Tagihan PDAM Rp800 Ribu saat Air Cuma Mengalir Sepekan Sekali

Selasa, 13 Oktober 2026 • 14:16:02 WIB
Warga Mamasa Keluhkan Tagihan PDAM Rp800 Ribu saat Air Cuma Mengalir Sepekan Sekali
Warga Mamasa mengeluhkan tagihan PDAM sebesar Rp800 ribu saat air hanya mengalir sekali sepekan.

MAMASA — Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Mamasa menjadi sorotan setelah seorang pelanggan mengaku didatangi petugas penagih lapangan yang meminta pelunasan tunggakan Rp800 ribu. Dalam kunjungan itu, petugas disebut mengancam akan menutup sambungan air bila tagihan tidak segera dibayarkan. Warga tersebut juga mengaku diminta membayar Rp29 ribu agar sambungan air ke rumahnya tidak ditutup.

Kekecewaan warga bertambah karena penagihan datang di tengah pelayanan distribusi air yang jauh dari harapan. Menurut pengakuannya, air PDAM paling hanya mengalir sekali sepekan ke rumahnya. Ia menilai cara penyampaian petugas tidak memberi ruang untuk berdialog maupun mencari solusi.

Air Baru Mengalir saat Petugas Datang Menagih

Warga itu mempertanyakan waktu kedatangan petugas yang bertepatan dengan mengalirnya air ke rumahnya. Menurut pengakuannya, air baru saja mengalir ketika petugas datang melakukan penagihan. Kondisi itu memunculkan dugaan di kalangan warga bahwa aliran air yang muncul berkaitan dengan proses penagihan.

Dugaan tersebut, menurut warga, masih memerlukan penjelasan dan verifikasi lebih lanjut dari pihak PDAM Mamasa. Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya menghubungi PDAM Mamasa untuk menanggapi keluhan tersebut.

"Kami Sangat Kecewa"

Seorang warga di Kota Mamasa yang tidak ingin identitasnya diungkapkan mengaku kecewa terhadap cara penagihan yang dinilai mendadak. Ia menyampaikan keluhan itu saat dikonfirmasi media pada Selasa (13/10/2026).

"Kami sangat kecewa karena didatangi dan ditagih dengan jumlah yang lumayan besar, sementara air PDAM paling hanya sekali seminggu mengalir ke rumah kami," ungkap warga tersebut.

Ia juga merasa tertekan dengan pernyataan petugas soal tambahan biaya Rp29 ribu. Menurutnya, cara penyampaian itu membuat warga tidak memiliki ruang untuk berdialog atau mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

"Kami juga merasa tertekan karena disebutkan bahwa jika belum membayar tagihan sebesar Rp800 ribu, kami harus membayar Rp29 ribu agar sambungan air ke rumah tidak ditutup," terangnya.

Kewajiban Bayar versus Kualitas Layanan

Warga menilai persoalan ini bukan semata-mata soal kewajiban membayar tagihan. Ia menyoroti kualitas pelayanan yang diterima pelanggan, terutama ketidaklancaran distribusi air bersih.

"Pernyataan seperti itu membuat kami kecewa dan geram. Kami merasa tidak diberi ruang atau kebijakan untuk mencari solusi. Seharusnya ada komunikasi yang baik antara petugas dan pelanggan," imbuhnya.

Warga berharap ada keseimbangan antara kewajiban pelanggan membayar rekening air dan tanggung jawab penyedia layanan memastikan distribusi air bersih berjalan layak. Keluhan ini mencuat di tengah sorotan terhadap pelayanan PDAM Kabupaten Mamasa yang dinilai belum memenuhi harapan pelanggan.

Follow infomandar.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mandarnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks