MAJENE — Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Majene Posko Malunda bersama petugas PLN masih bersiaga di perbukitan perbatasan Kecamatan Malunda dan Ulumanda hingga Minggu malam. Mereka memantau titik api yang sempat kembali berkobar di Dusun Kasambi, Desa Sulai, hanya sekitar 10 jam setelah upaya pemadaman dilakukan pada Sabtu (8/8/2026).
Kobaran api yang bergerak mendekati kabel listrik milik PLN itu akhirnya dapat ditekan. Sekitar 80 persen api berhasil ditaklukkan dalam 15 menit sejak proses pemadaman dimulai pukul 19.00 WITA.
Medan Terjal dan Malam Hari Jadi Kendala Utama di Lapangan
Anggota Damkar di lokasi mengaku kesulitan bergerak karena medan perbukitan yang curam ditambah minimnya penerangan. Keluhan utama petugas adalah kekurangan senter saat bertugas di malam hari.
“Senter masih kurang. Kalau malam seperti ini, penerangan sangat dibutuhkan karena medan yang kami hadapi gelap dan sulit,” ujar salah seorang anggota Damkar di lokasi.
Keterbatasan lain datang dari panjang selang pengisap air yang hanya sekitar empat meter. Akibatnya, mobil pemadam harus turun hingga ke area sungai untuk mengambil air.
“Panjang selang kami hanya sekitar empat meter. Jadi kalau mau mengambil air, mobil harus turun sampai ke sungai. Untuk sumber air, kami harus mengambil di sekitar Mosso, Lombong Timur,” ungkap petugas lainnya.
PLN Siaga Amankan Jaringan Listrik dari Jangkauan Api
Personel PLN terpantau standby di sekitar lokasi sejak siang. Keberadaan mereka untuk memastikan jaringan kabel listrik yang melintang di kawasan terdampak tetap aman dari jangkauan api.
Koordinasi antara Damkar dan PLN menjadi krusial karena titik api berada dekat dengan jalur distribusi listrik menuju permukiman warga. Jika api mencapai kabel, potensi gangguan aliran listrik dan bahaya kelistrikan tidak bisa dihindari.
Api Kembali Muncul Usai Padam, Petugas Kewalahan Bagikan Armada
Kebakaran di Dusun Kasambi bukan satu-satunya yang harus ditangani. Pada Minggu siang, petugas lebih dulu dikerahkan ke Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, untuk memadamkan api yang juga dekat dengan permukiman.
Kondisi ini memaksa Damkar membagi personel dan armada ke sejumlah lokasi dalam waktu hampir bersamaan. Situasi makin rumit karena angin kencang di musim kemarau membuat api mudah membesar dan berpindah titik.
Sebelumnya, kebakaran di wilayah Malunda sempat merambat hingga ke Kecamatan Ulumanda. Petugas pun harus melakukan pemadaman berulang dan terus memantau kemungkinan munculnya titik api baru.
Peralatan Terbatas, Prioritas Penanganan Jadi Kunci
Dengan keterbatasan personel, armada, dan perlengkapan pendukung, petugas dituntut menentukan prioritas penanganan secara cepat. Fokus utama adalah mencegah api meluas ke kawasan permukiman dan jaringan vital.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di lokasi kebakaran dilaporkan masih aman dan kondusif. Tim gabungan tetap bersiaga untuk memastikan api tidak kembali meluas ke area yang lebih luas.