JAKARTA — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) melakukan kunjungan kerja ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung C Sasana Widya Sarwono (SWS) Lantai 2, Jakarta, dalam rangka memperkuat kolaborasi riset untuk mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan, data, dan inovasi.
Kunjungan tersebut difasilitasi oleh Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat. Gubernur didampingi Bupati Mamuju Sutinah Suhardi, Kepala Bapperida Sulbar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Kesehatan, serta Tenaga Ahli Gubernur Hajrul Malik.
Gubernur Pertama yang Datang Langsung ke BRIN
Kepala BRIN Arif Satri menyambut langsung rombongan bersama jajaran deputi dan peneliti. Dalam sambutannya, Arif mengapresiasi Gubernur Sulbar sebagai kepala daerah pertama di Indonesia yang secara langsung berkunjung ke BRIN untuk membahas pemanfaatan hasil penelitian sebagai dasar kebijakan daerah.
Menurut Arif, langkah Suhardi Duka menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga riset nasional dalam menghasilkan kebijakan yang lebih efektif, terukur, dan berbasis data ilmiah. Ia juga menyebut Mamuju bersama Kepulauan Bangka Belitung sebagai wilayah masa depan Indonesia karena potensi sumber daya alam dan karakteristik geologi yang unik.
Usulan MoU untuk Riset dan Inovasi
Gubernur Suhardi Duka menegaskan komitmen Pemprov Sulbar memperkuat kerja sama strategis dengan BRIN. Ia mengusulkan agar sinergi yang telah terbangun ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Sulbar dan BRIN.
MoU tersebut direncanakan menjadi landasan pelaksanaan riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemanfaatan hasil penelitian dalam mendukung pembangunan daerah. Pertemuan juga membahas penyusunan rekomendasi kebijakan yang dapat diintegrasikan ke dalam program pembangunan daerah.
Riset Radiasi Alam di Mamuju Jadi Fokus
Salah satu agenda utama adalah pemaparan hasil penelitian BRIN mengenai dampak radiasi alam terhadap kesehatan masyarakat di Kabupaten Mamuju. Daerah itu dikenal memiliki karakteristik radiasi alam tinggi yang menjadi perhatian ilmiah nasional.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif. Hasil penelitian itu diharapkan bisa dijadikan dasar penyusunan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) di Sulbar, termasuk peluang menjadikan Mamuju sebagai kawasan rujukan penelitian terkait radiasi alam.
Komunikasi Publik Agar Tak Timbulkan Keresahan
Gubernur Suhardi Duka menekankan pentingnya komunikasi publik dalam menyampaikan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat. Menurutnya, temuan ilmiah, khususnya mengenai radiasi alam di Kabupaten Mamuju, perlu dikomunikasikan secara terbuka dan mudah dipahami.
“Dengan komunikasi yang efektif, hasil riset dapat dipahami sebagai dasar ilmiah dalam mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 Juli 2026.
Gubernur mengingatkan agar masyarakat memperoleh informasi utuh sehingga tidak menimbulkan persepsi keliru maupun keresahan. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga dukungan publik terhadap program-program pembangunan berbasis riset.
Kolaborasi Jangka Panjang untuk Pembangunan Berbasis Bukti
Selain usulan MoU, pertemuan itu juga membahas penguatan kolaborasi jangka panjang antara BRIN dan Pemprov Sulbar. Hasil riset akan dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, lingkungan, hingga perencanaan pembangunan.
Dengan sinergi ini, Pemprov Sulbar berharap pembangunan daerah ke depan tidak hanya didasari intuisi, tetapi juga data ilmiah yang akurat dan terpercaya. Langkah Gubernur Suhardi Duka dinilai menjadi terobosan bagi daerah lain untuk mengadopsi pendekatan serupa.