MAJENE — Upacara adat yang digelar di Kabupaten Majene beberapa waktu lalu menjadi ajang bagi para pemangku adat dan masyarakat untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap pelestarian budaya. Dalam kesempatan tersebut, Raja Mamuju secara langsung mengajak generasi muda untuk tidak meninggalkan tradisi warisan leluhur.
Menurut Raja Mamuju, identitas budaya merupakan fondasi utama dalam membangun karakter masyarakat. Ia menekankan bahwa tanpa upaya pelestarian yang serius, nilai-nilai adat bisa perlahan memudar.
Mengapa Pelestarian Budaya Kini Dianggap Krusial?
Modernisasi dan derasnya informasi digital dinilai menjadi tantangan terbesar bagi keberlangsungan tradisi lokal di Sulawesi Barat. Banyak generasi muda yang mulai meninggalkan bahasa daerah, pakaian adat, hingga tata cara upacara tradisional.
Raja Mamuju menilai bahwa momentum seperti upacara adat di Majene ini harus dimanfaatkan untuk menanamkan kembali rasa bangga terhadap budaya sendiri. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin digelar di berbagai daerah.
Apa yang Dilakukan untuk Menjaga Tradisi?
Dalam upacara adat tersebut, sejumlah ritual dan tarian tradisional ditampilkan sebagai bentuk nyata dari kekayaan budaya yang masih hidup. Para tetua adat juga memberikan wejangan kepada peserta mengenai makna di balik setiap prosesi.
Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat mendukung penuh kegiatan adat ini, baik dari segi pendanaan maupun regulasi. Dukungan itu dinilai penting agar tradisi tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan benar-benar diwariskan secara turun-temurun.
Harapan ke Depan untuk Budaya Sulbar
Raja Mamuju optimistis bahwa dengan kolaborasi antara tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat, identitas budaya Sulawesi Barat akan tetap kokoh. Ia mengajak semua pihak untuk tidak lelah memperkenalkan budaya lokal ke generasi penerus.
“Kami berharap anak-anak muda tidak malu memakai baju adat, tidak malu berbahasa daerah, dan tetap menghormati upacara adat. Itu adalah jati diri kita,” ujar Raja Mamuju dalam sambutannya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah perubahan zaman, akar budaya tetap harus dijaga. Majene, sebagai salah satu pusat kebudayaan di Sulbar, diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam melestarikan tradisi.