Pencarian

Inflasi Menggerus Daya Beli, Gen Z Disarankan Alokasikan Dana ke Reksa Dana dan Obligasi

Sabtu, 20 Juni 2026 • 17:57:31 WIB
Inflasi Menggerus Daya Beli, Gen Z Disarankan Alokasikan Dana ke Reksa Dana dan Obligasi
Gen Z dianjurkan diversifikasi investasi ke reksa dana dan obligasi untuk mengatasi inflasi.

SULAWESI BARAT — Kesadaran berinvestasi di kalangan anak muda meningkat seiring tekanan inflasi yang tak terhindarkan. Dana yang mengendap di tabungan tanpa imbal hasil memadai dipastikan kehilangan daya beli dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, diversifikasi ke instrumen seperti reksa dana dan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi pilihan rasional.

Reksa Dana: Lima Kategori Berdasarkan Profil Risiko

Bagi pemula, reksa dana menawarkan kemudahan karena dikelola manajer investasi profesional. Otoritas Jasa Keuangan mencatat lima jenis produk yang bisa disesuaikan dengan profil risiko, mulai dari konservatif hingga agresif.

  • Reksa dana pasar uang: Risiko rendah, cocok untuk tujuan jangka pendek dan investor konservatif yang mengutamakan stabilitas.
  • Reksa dana pendapatan tetap: Imbal hasil lebih tinggi dari pasar uang, berinvestasi pada obligasi atau surat utang dengan risiko terukur.
  • Reksa dana campuran: Menggabungkan saham, obligasi, dan pasar uang untuk keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.
  • Reksa dana saham: Potensi pertumbuhan tinggi dalam jangka panjang, namun fluktuasi nilainya besar—cocok untuk investor dengan toleransi risiko tinggi.
  • Reksa dana indeks: Mengikuti pergerakan indeks pasar modal tertentu, tanpa perlu memilih saham secara individu.

Obligasi dan SBN: Alternatif Stabil dengan Kupon Berkala

Selain reksa dana, obligasi menjadi instrumen yang diminati karena memberikan pendapatan berkala berupa kupon. Obligasi diterbitkan pemerintah maupun perusahaan dengan tenor tertentu, dan pembayaran kupon bisa bulanan, triwulanan, semesteran, atau tahunan.

Pasar perdana memungkinkan investor membeli obligasi saat pertama kali diterbitkan dengan harga nominal. Sementara di pasar sekunder, harga obligasi bisa berubah mengikuti kondisi pasar, membuka peluang harga lebih kompetitif.

SBN Dijamin Pemerintah, Paling Aman untuk Pemula

Surat Berharga Negara (SBN) menjadi favorit karena dijamin negara. Instrumen ini tersedia dalam bentuk konvensional dan syariah, dengan pilihan kupon tetap atau floating with floor yang bisa disesuaikan kondisi suku bunga.

Kombinasi investasi dan perlindungan finansial, menurut para perencana keuangan, membantu seseorang menjalani rencana hidup—dari dana darurat, pendidikan, hingga pensiun—dengan lebih tenang. Dengan strategi alokasi yang tepat, investasi bukan hanya melawan inflasi, tetapi juga mendukung gaya hidup modern yang dinamis.

Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks