MAMUJU — Kepala BPJS Kesehatan Cabang Mamuju, St. Umrah Nurdin, menegaskan bahwa media massa memegang peran krusial sebagai jembatan informasi antara lembaga dan publik. Workshop ini, kata dia, menjadi ruang diskusi dua arah untuk berbagi kebijakan terbaru sekaligus memperkuat kemitraan strategis.
Empat Pilar Informasi: BPJS, Pemda, Komisi Informasi, dan Media
St. Umrah menjelaskan, kolaborasi multipihak diperlukan karena Program JKN menyentuh kebutuhan dasar warga. Informasi yang keliru bisa berdampak langsung pada akses layanan kesehatan peserta.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat sinergi dan kemitraan strategis. Informasi terkait Program JKN harus disampaikan kepada masyarakat secara berimbang, benar, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya dalam sambutan.
Narasumber yang dihadirkan berasal dari Diskominfo SP Sulbar, Komisi Informasi Sulawesi Barat, dan jajaran manajemen BPJS Kesehatan Mamuju. Mereka membahas regulasi keterbukaan informasi publik dan teknik komunikasi yang efektif.
Pengingat untuk Peserta Mandiri: Jangan Sampai Iuran Macet
Di sela workshop, BPJS Kesehatan juga mengingatkan peserta JKN segmen mandiri untuk disiplin membayar iuran setiap bulan. Status kepesertaan yang tidak aktif bisa menjadi kendala saat darurat medis.
“Salah satu yang terus kami dorong adalah mengingatkan peserta JKN mandiri agar rutin membayar iuran. Selain itu, masyarakat juga perlu sering mengecek status kepesertaannya melalui aplikasi Mobile JKN,” kata St. Umrah.
Pengecekan rutin melalui aplikasi dinilai sebagai langkah preventif. Peserta bisa segera menyelesaikan masalah administrasi sebelum berobat ke fasilitas kesehatan.
Aplikasi Mobile JKN: Pantau Status dan Akses Layanan Tanpa Antre
Dalam workshop tersebut, peserta diajak mengoptimalkan fitur-fitur Mobile JKN. Aplikasi ini memungkinkan peserta memantau status kepesertaan, mengakses layanan administrasi, dan memperoleh informasi valid tentang program JKN dalam satu genggaman.
St. Umrah berharap, dengan penyamaan persepsi antara BPJS Kesehatan dan jurnalis, produk informasi yang dipublikasikan ke depan semakin akurat. Jangkauan edukasi pun diharapkan meluas hingga ke pelosok Sulawesi Barat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat berbagi informasi terbaru yang perlu disampaikan kepada masyarakat sehingga informasi yang diterima lebih akurat dan bermanfaat,” tandasnya.