SULAWESI BARAT — Nuri meninggalkan rumahnya di Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tanpa membawa ponsel. Sebelum pergi, ia memesan jasa ojek online. Hasil penelusuran keluarga menunjukkan Nuri turun di kawasan Stasiun Purwosari, Kota Solo, dan sejak itu belum kembali.
Tekanan Mental Usai Cedera Kaki
Kakak Nuri, Barep Wahyudi, mengungkapkan bahwa adiknya mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar satu bulan lalu. Akibatnya, jari kaki kiri Nuri patah dan ototnya putus, sehingga harus menjalani operasi.
Kondisi psikologis Nuri disebut mulai tertekan setelah dokter menyarankan istirahat total selama 4-5 bulan. “Dia langsung down, karena kaki buat cari nafkah, tapi disuruh istirahat,” ujar Barep, Sabtu (13/6/2026).
Upaya Keluarga Menguatkan Mental
Barep mengaku telah berkali-kali mencoba memberikan semangat kepada adiknya. Ia meyakinkan Nuri bahwa proses pemulihan bisa lebih cepat jika menjaga asupan dan nutrisi. “Saya mencoba menyemati dia, 'jangan dipikirkan berat, digerakan pelan-pelan', tapi saat mau mendekati kesembuhannya, dia malah hilang,” imbuh Barep.
Menurut Barep, tidak ada masalah hukum atau utang yang membelit Nuri. “Nuri tidak ada sangkutan tentang hukum. Dia mungkin depresi karena cedera yang diderita,” tegasnya.
Keluarga Minta Bantuan Masyarakat
Hingga berita ini diturunkan, Nuri belum ditemukan. Keluarga berharap masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan Nuri segera memberikan informasi. “Saya minta tolong kepada siapapun, apabila berpapasan untuk ditahan dulu, dan bisa menghubungi saya,” tutur Barep.
Ia juga masih menunggu bantuan dari rekan-rekan sepak bola untuk memperluas pencarian. Nuri tercatat pernah memperkuat Persiku Kudus sebelum membela Persis Solo dan Timnas Indonesia U-23.