Pencarian

Harga Sawit di Sulawesi Barat Anjlok Rp1.000 per Kilogram, Petani Mamuju Tengah Menjerit Akibat Antrean Panjang dan Buah Membusuk

Sabtu, 23 Mei 2026 • 11:40:42 WIB
Harga Sawit di Sulawesi Barat Anjlok Rp1.000 per Kilogram, Petani Mamuju Tengah Menjerit Akibat Antrean Panjang dan Buah Membusuk
Petani sawit di Mamuju Tengah mengalami penurunan harga TBS hingga Rp1.000 per kilogram.

MAMUJU — Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sulawesi Barat kembali terperosok ke level terendah. Di PT Mitra Andalan Sawit (MAS) Barakkang, harga turun Rp500 menjadi Rp1.680 per kilogram mulai Jumat (22/5/2026), dari sebelumnya Rp2.480.

Penurunan ini terjadi di tengah antrean panjang yang sudah berlangsung berhari-hari. Petani setempat menyebut situasi ini kian menyulitkan karena biaya produksi tetap tinggi sementara pendapatan terus merosot.

Antrean Berhari-hari, Buah Sawit Berubah Jadi Brondolan

Hermansyah, seorang petani sawit di Barakkang, menuturkan bahwa penurunan harga terjadi hampir merata di sejumlah wilayah Mamuju Tengah. Bahkan di tingkat pengepul, harga lebih rendah lagi.

"Turun pak, kemungkinan masih turun katanya," ujarnya, Jumat sore.

Bukan hanya soal harga, antrean panjang di pabrik sawit menjadi keluhan utama. Bertruk-truk TBS terpaksa menjadi brondolan karena tidak kunjung masuk timbangan. Akibatnya, banyak petani memilih menunda panen demi menghindari kerugian lebih besar.

Dugaan Permainan Harga di Balik Anjloknya Sawit

Para pengepul pun mulai mengurangi pembelian. Mereka khawatir harga di pabrik berubah sewaktu-waktu sebelum buah dibongkar. Hermansyah mengaku, dalam beberapa kasus, harga bisa berubah hingga lima kali sebelum buahnya ditimbang.

"Kadang sampai lima kali kena penurunan harga, buah belum bongkar," jelasnya.

Kondisi ini memicu kecurigaan di kalangan petani. Mereka menduga ada permainan harga oleh industri pengolahan sawit, mengingat jumlah pabrik di Sulawesi Barat masih sangat terbatas. Salah seorang petani, Aco Muliadi, menuding hal itu sebagai strategi perusahaan.

"Ini akal-akalan, karena mau buka kebun baru. Jadi mereka memainkan harga agar bisa membuka kebun dengan alasan ini menambah pabrik jadi memadai," ujarnya.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Petani Sawit Sulbar?

Petani kini berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan. Mereka membutuhkan solusi atas anjloknya harga yang memberatkan, terutama di tengah tingginya biaya produksi dan sulitnya akses penjualan hasil panen.

Belum ada pernyataan resmi dari Dinas Perkebunan atau Pemprov Sulawesi Barat terkait situasi ini. Namun, tekanan di tingkat petani terus meningkat seiring harga yang tak kunjung stabil dan antrean yang tak terurai.

Bagikan
Sumber: mekora.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks