SULAWESI BARAT — Kai Havertz menjadi pahlawan sekaligus pusat kontroversi dalam laga yang berlangsung di hadapan 60.274 penonton. Golnya di babak pertama membawa Arsenal meraih tiga poin krusial yang mendekatkan mereka ke tangga juara.
Gol Penentu dari Sepak Pojok yang Mematikan
Arsenal mendominasi sejak menit awal. Leandro Trossard sempat membentur tiang, sementara peluang Martin Odegaard berhasil diblok. Gol akhirnya datang dari skema andalan mereka: sepak pojok.
Umpan silang Bukayo Saka disambut tandukan keras Havertz pada menit ke-32. Ini menjadi gol ke-24 Arsenal dari situasi bola mati di Premier League musim ini, dan 18 di antaranya berasal dari tendangan sudut—statistik terbaik di liga.
Momen Kontroversial Havertz yang Tuai Kecaman
Namun, euforia nyaris berubah petaka. Havertz melakukan tekel tinggi berbahaya kepada Lesley Ugochukwu pada babak kedua. Wasit Paul Tierney hanya memberikan kartu kuning, dan keputusan itu tetap dipertahankan setelah tinjauan VAR oleh James Bell.
"Ini tekel yang mengerikan, sangat brutal dari Havertz. Saya rasa ini kartu merah. Tidak ada cara Anda bisa mendapatkan bola, Anda hanya bisa melukai pemain di sana," ujar Gary Neville yang menjadi komentator dalam siaran langsung. "Keputusan VAR tidak tepat—dia pemain yang sangat beruntung. Saya akan menariknya keluar lapangan sekarang juga."
Dominasi Tanpa Gol Tambahan, Burnley Hanya Bertahan
Arsenal terus menekan untuk menambah gol. Eberechi Eze membentur mistar gawang, dan sundulannya yang mengarah ke gawang berhasil diblok Maxime Esteve. Burnley, yang sudah dipastikan terdegradasi, tidak mampu memberikan ancaman berarti meskipun atmosfer di Emirates menegangkan.
Klasemen: Semua Tergantung Bournemouth vs Man City
Skenario gelar kini sederhana. Jika Manchester City gagal mengalahkan Bournemouth—yang sedang dalam tren 16 laga tak terkalahkan—dalam laga live di Sky Sports pada Selasa malam, Arsenal resmi menjadi juara. Jika City menang, perebutan gelar akan berlanjut ke pekan terakhir musim ini.
Selisih gol bisa menjadi faktor penentu di pekan pamungkas. Arsenal terus berusaha menambah pundi-pundi gol hingga peluit akhir, namun skor 1-0 sudah cukup untuk membuat mereka menanti hasil dari Vitality Stadium.