SULAWESI BARAT — BYD resmi mengumumkan peluncuran Dolphin G DM-i untuk pasar Inggris pada musim gugur tahun ini. Model ini menjadi produk pertama pabrikan asal China yang dirancang spesifik untuk Eropa, dan akan diproduksi di pabrik baru BYD di Hungaria.
Supermini PHEV dengan Mesin 1.500 cc sebagai Generator
Dolphin G menggunakan sistem Super Hybrid yang kemungkinan besar serupa dengan yang dipasang di SUV kecil Atto 2 DM-i. Sistem ini menggabungkan mesin bensin 1,5 liter yang berfungsi sebagai generator untuk motor listrik penggerak roda depan.
BYD belum merinci detail lengkap arsitektur hybrid ini. Namun, konfigurasi generator-listrik memungkinkan mesin bensin bekerja pada putaran paling efisien, sementara motor listrik menangani akselerasi dan penggerak utama.
Harga Mulai di Bawah £20.000, Jarak Tempuh Lebih 621 Mil
Harga Dolphin G diperkirakan mulai dari bawah £20.000 atau sekitar Rp 320 juta (kurs Rp 16.000 per poundsterling). Angka ini menjadikannya supermini PHEV termurah di Inggris, mengingat sebagian besar rival di segmen B hanya menawarkan mild-hybrid atau full-hybrid tanpa kemampuan plug-in.
BYD mengklaim jarak tempuh kombinasi bensin dan listrik mencapai lebih dari 621 mil. Detail spesifikasi lebih lanjut akan diumumkan saat peluncuran resmi pada Juni mendatang.
Pasar Eropa Jadi Prioritas, BYD Targetkan Citra Merek Lokal
Wakil Presiden Eksekutif BYD Stella Li menyebut segmen B Eropa "as one of the most important parts of the market". Ia ingin Dolphin G "to redefine what customers can expect from a compact car in the electric era".
Dolphin G merupakan model pertama dari rangkaian kendaraan segmen B dan C yang sedang dikembangkan BYD khusus untuk Eropa. Li sebelumnya mengatakan "goal is for customers to think of BYD as a European brand".
Kompetisi Langsung dengan Clio, Polo, dan Yaris
Dengan panjang 4.160 mm, Dolphin G masuk kategori supermini yang bersaing langsung dengan Renault Clio, Volkswagen Polo, dan Toyota Yaris. Perbedaan utamanya terletak pada sistem penggerak: sebagian besar rival hanya mengandalkan hybrid konvensional, sementara Dolphin G menawarkan plug-in hybrid yang bisa diisi daya dari stopkontak.
Kehadiran Dolphin G juga menjadi sinyal bahwa BYD serius membangun pangsa pasar di Eropa. Produksi lokal di Hungaria diharapkan bisa menekan harga dan memperkuat citra merek sebagai pemain regional.