Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan pada perdagangan Senin (11/5/2026). Minyak acuan AS, West Texas Intermediate (WTI), dan acuan global, Brent, sama-sama mencatat kenaikan 3 persen dalam satu hari.
JAKARTA — Lonjakan harga minyak dunia terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. WTI untuk pengiriman Juni 2026 ditutup pada USD 78,50 per barel. Brent untuk kontrak Juli 2026 berada di USD 82,30 per barel.
Pemicu Kenaikan: Ketegangan Geopolitik dan Sentimen Pasar
Analis energi menilai kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari negara produsen utama. OPEC+ belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait fluktuasi harga dalam dua pekan terakhir.
Kenaikan 3 persen ini menjadi yang tertinggi dalam sebulan. Sebelumnya, harga minyak tertekan data stok minyak mentah AS yang meningkat di luar perkiraan.
Dampak ke Harga BBM di Indonesia
Lonjakan harga minyak dunia kerap menjadi sinyal kenaikan biaya impor. Pemerintah melalui BPH Migas biasanya mengevaluasi harga BBM non-subsidi setiap awal bulan, menyesuaikan dengan harga minyak global dan nilai tukar rupiah.
Hingga berita ini diturunkan, PT Pertamina (Persero) belum mengumumkan perubahan harga BBM untuk periode Mei 2026. Masyarakat diimbau memantau pengumuman resmi dari Kementerian ESDM dan Pertamina.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pelaku pasar kini menanti data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga The Fed, yang berdampak pada pergerakan dolar AS dan harga komoditas, termasuk minyak.
Jika tensi geopolitik mereda, analis memperkirakan harga minyak berpotensi terkoreksi dalam waktu dekat. Namun, jika konflik berlanjut, bukan tidak mungkin Brent mendekati level USD 85 per barel.