Pencarian

Jembatan Gantung Garuda Mamasa Resmi Beroperasi, Petani Kopi Desa Tadisi Tak Lagi Terisolasi

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:00:41 WIB
Jembatan Gantung Garuda Mamasa Resmi Beroperasi, Petani Kopi Desa Tadisi Tak Lagi Terisolasi
Jembatan Gantung Garuda resmi beroperasi menghubungkan Desa Tadisi, Mamasa.

MAMASA — Infrastruktur penghubung di wilayah pelosok Sulawesi Barat kembali bertambah setelah Jembatan Gantung Garuda di Desa Tadisi, Kecamatan Sumarorong, diresmikan pada Minggu (10/5/2026). Kehadiran jembatan ini mengakhiri penantian panjang masyarakat yang selama bertahun-tahun terisolasi akibat ketiadaan akses penyeberangan permanen.

Sebelum jembatan ini berdiri, warga Dusun Betteng harus menyeberangi aliran sungai yang rawan meluap, terutama saat musim hujan. Kondisi ini memaksa anak-anak sekolah dan petani mempertaruhkan keselamatan mereka, atau memilih untuk tetap di rumah saat arus sungai dianggap terlalu berbahaya untuk dilewati.

Dampak Ekonomi: Distribusi Kopi dan Cengkih Kini Lebih Cepat

Kehadiran jembatan dengan lebar 1,2 meter ini diproyeksikan bakal mendongkrak ekonomi lokal secara signifikan. Desa Tadisi dikenal sebagai salah satu daerah penghasil komoditas perkebunan, namun kendala akses selama ini membuat biaya angkut menjadi tinggi dan risiko kerusakan barang meningkat.

Kini, hasil perkebunan kopi dan cengkih yang menjadi tumpuan hidup warga dapat diangkut dengan lebih aman menuju pasar di pusat kecamatan. Selain aspek ekonomi, akses menuju layanan kesehatan di puskesmas kini dapat ditempuh tanpa harus berjibaku melawan derasnya arus sungai.

“Kami sering merasa terisolasi. Tapi sekarang, negara benar-benar hadir. Jembatan ini seperti uluran tangan Pak Presiden Prabowo untuk kami di kampung terpencil,” ungkap Kepala Desa Tadisi, Paulus, saat peresmian jembatan tersebut.

Spesifikasi Teknis dan Peran Kodim 1428/Mamasa

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan hasil kolaborasi antara TNI dan masyarakat setempat. Personel Kodim 1428/Mamasa bersama warga bahu-membahu menaklukkan medan terjal pegunungan Mamasa untuk memobilisasi material bangunan ke lokasi proyek.

Letkol Arh Edwin Hermawan, S.H., M.A.P., Komandan Kodim 1428/Mamasa, menjelaskan bahwa proses pembangunan menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan jalur distribusi yang sulit. Namun, semangat gotong royong warga desa mempercepat penyelesaian infrastruktur vital tersebut.

“Bapak Presiden Prabowo menekankan agar TNI hadir menyelesaikan persoalan riil rakyat. Kami langsung turun tangan, berkolaborasi dengan masyarakat, dan membangun jembatan ini dengan gotong royong,” tegas Letkol Arh Edwin Hermawan.

Tindak Lanjut Arahan Presiden Prabowo Subianto

Proyek ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta TNI memperkuat peran dalam pembangunan infrastruktur di wilayah terpencil. Fokus utamanya adalah menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang selama ini belum tersentuh pembangunan skala besar.

Pihak Kodim 1428/Mamasa memastikan akan terus memantau kebutuhan infrastruktur serupa di titik-titik lain di Kabupaten Mamasa. Hal ini bertujuan agar ketimpangan akses antara wilayah perkotaan dan pelosok pegunungan dapat terus diperkecil.

“Mamasa bukan daerah terlupakan lagi. Kami akan terus hadir di tengah masyarakat mewakili negara,” pungkas Letkol Arh Edwin Hermawan di hadapan warga yang hadir dalam acara peresmian tersebut.

Bagikan
Sumber: delikasia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks