MAMUJU — Jaringan Surat Rakyat (JSR) membuka kanal dukungan bagi warga dua desa di Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, yang menolak rencana penambangan logam tanah jarang. Ajakan itu menyasar masyarakat di seluruh Indonesia, bukan hanya warga Sulawesi Barat.
Dalam rilis resmi JSR yang diterima media, Jumat, 6 November 2026, organisasi tersebut menyebut surat dan tanda tangan warga sebagai bentuk dukungan moral sekaligus politik. Dukungan diarahkan ke Desa Takandeang dan Desa Botteng, dua lokasi yang menjadi sasaran rencana aktivitas tambang LTJ.
JSR menilai tambang LTJ menjadi ancaman serius bagi warga di kedua desa. Tanah adat, sumber air, dan masa depan anak cucu warga disebut terancam jika aktivitas tambang dibiarkan berjalan.
"Satu surat darimu adalah benteng bagi mereka di Mamuju. Satu tandatanganmu adalah harapan bagi mereka di Takandeang dan Botteng," ujar JSR dalam rilis resminya.
Penolakan warga bertumpu pada kekhawatiran kerusakan lingkungan yang sifatnya jangka panjang. JSR menyoroti dampak tambang terhadap lingkungan, ketahanan pangan, dan kehidupan sosial masyarakat adat setempat.
JSR menolak membingkai konflik di Mamuju sebagai persoalan daerah semata. Kerusakan ekologis akibat tambang, menurut JSR, akan berdampak jangka panjang terhadap lingkungan, ketahanan pangan, dan kehidupan sosial masyarakat adat.
"Jika tambang ini dibiarkan, bukan hanya Mamuju yang rusak. Ini tentang keadilan ekologis dan kedaulatan rakyat atas ruang hidupnya di seluruh Indonesia," tulis JSR.
Kerangka itu yang mendasari ajakan solidaritas dari Sabang sampai Merauke. JSR memposisikan penolakan tambang LTJ di Mamuju sebagai bagian dari perjuangan yang lebih luas atas ruang hidup warga.
Dalam rilis yang sama, JSR secara tegas mendesak Presiden Republik Indonesia menghentikan total aktivitas tambang LTJ di Kabupaten Mamuju. Desakan itu disampaikan tanpa syarat dan tanpa penjadwalan bertahap.
Hingga rilis ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah soal desakan tersebut. JSR juga belum merinci mekanisme penyaluran surat dan tanda tangan yang mereka buka untuk masyarakat.
Rencana tambang LTJ di Mamuju sendiri telah memicu penolakan warga di dua desa yang lahannya masuk wilayah rencana penambangan. LTJ merupakan kelompok logam yang dibutuhkan industri teknologi, termasuk komponen elektronik dan energi terbarukan.