Oneject Kembangkan Mesin Hemodialisis dan Blood Bag Berstatus AKD

Penulis: Ragil  •  Kamis, 05 November 2026 | 12:06:01 WIB
PT Oneject Indonesia mengembangkan mesin hemodialisis dan blood bag berstatus AKD untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor.

SULAWESI BARAT — PT Oneject Indonesia mengembangkan mesin hemodialisis dan kantong darah (blood bag) yang keduanya telah mengantongi status Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD). Langkah produsen alat kesehatan ini menyasar pengurangan ketergantungan Indonesia pada produk impor di sektor pelayanan kesehatan. Perusahaan juga menyiapkan X-ray portable berstatus AKD sebagai perluasan lini produknya.

President Director PT Oneject Indonesia Jahja Tear Tjahjana menyatakan status AKD pada tiga produk itu membuktikan industri dalam negeri mampu mengembangkan teknologi medis yang dibutuhkan sistem pelayanan kesehatan. Pengembangan dilakukan dengan semangat "Made in Indonesia, Driven by Innovation".

"Kami akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses alat kesehatan berkualitas tanpa harus bergantung pada produk impor," ujar Jahja beberapa waktu lalu.

Tiga Produk Strategis dan Status AKD-nya

Oneject menempatkan tiga produk sebagai fondasi perluasan kapasitas manufaktur dalam negeri. Masing-masing sudah memiliki status AKD di kategorinya sendiri, bukan sekadar klaim kandungan lokal.

  • Mesin hemodialisis — perangkat untuk terapi cuci darah pasien gagal ginjal, segmen yang kebutuhannya terus tumbuh seiring naiknya jumlah penderita penyakit kronis.
  • Kantong darah (blood bag) — wadah penyimpanan dan distribusi darah yang dipakai unit transfusi di rumah sakit dan PMI.
  • X-ray portable — perangkat radiologi bergerak yang memungkinkan pemeriksaan di fasilitas dengan ruang terbatas atau layanan jemput pasien.

Status AKD menjadi kunci bagi produsen dalam negeri karena memberi keunggulan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah serta memperbesar peluang masuk ke jaringan rumah sakit pemerintah daerah.

Mengapa Kemandirian Alat Kesehatan Jadi Prioritas

Menurut Jahja, pengembangan produk medis dalam negeri tidak berhenti pada pemenuhan pasar domestik. Langkah itu juga bagian dari strategi memperkuat kapasitas produksi nasional sekaligus memangkas ketergantungan Indonesia terhadap alat kesehatan impor.

Ketergantungan impor selama ini membuat biaya pengadaan alat kesehatan rentan terhadap pergerakan kurs dan gangguan rantai pasok global. Produksi lokal mempersingkat waktu pengiriman, menekan biaya suku cadang, dan memudahkan layanan purna jual di daerah.

Oneject memposisikan inovasi X-ray portable sebagai perluasan akses terhadap fasilitas dan teknologi kesehatan berkualitas. Perangkat bergerak dinilai lebih relevan untuk rumah sakit di wilayah dengan infrastruktur terbatas dibanding mesin radiologi stasioner berukuran besar.

Pengakuan Industri dan Arah Bisnis ke Depan

Kontribusi Oneject di sektor alat kesehatan mendapat penghargaan kategori Private Sector - Outstanding Healthcare Innovation & Medical Devices Manufacturing dalam CNN Indonesia Awards 2026. Penilaian mencakup inovasi produk dan penguatan kapasitas manufaktur dalam negeri.

Bagi pelaku industri, langkah Oneject memberi sinyal bahwa rantai pasok alat kesehatan nasional mulai bergeser dari perdagangan produk impor ke produksi dalam negeri. Produsen lokal yang mengantongi AKD berpeluang lebih besar masuk dalam daftar pemasok pengadaan pemerintah dan jaringan rumah sakit swasta.

Yang belum terungkap dari pengumuman ini adalah kapasitas produksi aktual, nilai investasi lini manufaktur, dan cakupan distribusi ketiga produk. Ketiga hal itu menentukan seberapa cepat produk berstatus AKD bisa menggeser pangsa impor di pasar alat kesehatan domestik.

Reporter: Ragil
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top