SULAWESI BARAT — PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) meraih Apresiasi Bidang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) 2026 dari Ditjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM. Penghargaan ketiga dalam empat tahun terakhir itu diberikan atas program regenerasi petani kakao yang menyasar siswa SMKN 1 Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Program regenerasi petani kakao JRBM berjalan sejak 2019 dan telah membina 290 petani dengan total luas lahan sekitar 100 hektare milik petani sendiri. Penilaian apresiasi tahun ini menyorot pelatihan budidaya kakao kepada siswa SMKN 1 Lolayan pada periode 2024–2025, termasuk pembibitan yang menjadi kelanjutan dari pembentukan kelompok dan pembuatan pupuk organik.
Superintendent CSR JRBM Riska Ariyanti menyebut pelatihan pembibitan kakao di sekolah merupakan lanjutan dari program pertanian berkelanjutan yang sudah berjalan. Ia telah mendampingi masyarakat lingkar tambang hampir tiga tahun terakhir.
"Pelatihan pembibitan kakao di sekolah merupakan kelanjutan dari program sebelumnya, yaitu pembentukan kelompok dan pembuatan pupuk organik sebagai bagian dari penerapan pertanian berkelanjutan," ujar Riska.
General Manager External Relations and Security JRBM Andreas Saragih menjelaskan program ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya minat generasi muda menekuni pertanian kakao. Hasilnya, para alumni kini mampu melakukan pembibitan dan memperoleh pendapatan dari keterampilan tersebut.
"Setelah program ini diperkenalkan, para alumni sudah mampu melakukan pembibitan dan memperoleh pendapatan dari keterampilan tersebut, selain tentunya membantu orang tua mereka yang juga berprofesi sebagai petani," kata Andreas.
Kepala SMKN 1 Lolayan Abdul Rifai Manggo menyampaikan terima kasih atas pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada siswa. Menurut dia, keterampilan budidaya kakao diharapkan tidak berhenti di bangku sekolah.
"Kami berterima kasih kepada JRBM yang telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada anak-anak kami. Harapannya, keterampilan yang mereka peroleh tidak hanya bermanfaat selama berada di sekolah, tetapi juga menjadi bekal setelah lulus, baik untuk mengembangkan usaha sendiri maupun membantu usaha pertanian keluarga," ungkap Abdul Rifai.
Dukungan sekolah terhadap program ini menjadi salah satu faktor yang dinilai dalam proses apresiasi. Para siswa dinilai tekun menerima dan menerapkan ilmu budidaya kakao yang diberikan tim JRBM.
Presiden Direktur JRBM Anang Rizkani Noor menyebut tahapan penting berikutnya adalah memastikan kemandirian petani binaan. Tujuannya agar usaha pertanian kakao mereka dapat terus berkembang tanpa bergantung pada pendampingan perusahaan.
"Tahapan penting selanjutnya dari program ini adalah memastikan kemandirian petani binaan agar usaha pertanian kakao mereka dapat terus berkembang," ujar Anang.
Apresiasi PPM dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM sendiri diberikan setelah melalui penilaian kinerja perusahaan terhadap program pemberdayaan masyarakat. Bagi JRBM, capaian ini menambah rekam jejak perusahaan tambang emas nasional itu di bidang pengembangan masyarakat lingkar tambang, khususnya di Sulawesi Utara.