Otak Janin Siapkan Sistem Penglihatan Sejak Trimester Kedua

Penulis: Sutomo  •  Selasa, 03 November 2026 | 14:20:01 WIB
Ilustrasi janin dalam kandungan yang sistem penglihatannya mulai terbentuk sejak trimester kedua kehamilan.

SULAWESI BARAT — Sebanyak 871 individu dianalisis dalam studi terbaru yang memetakan korteks visual janin sejak minggu ke-21 kehamilan. Temuan ini menjelaskan mengapa bayi baru lahir sudah bisa mengenali wajah, meski rahim gelap total sepanjang kehamilan.

Profesor Michael Artur Skeide memimpin riset yang diterbitkan di jurnal Science Advances, bersama tim dari Institute of Child and Adolescent Psychiatry, Medical Faculty of Christian-Albrechts-University of Kiel (CAU), dan University Medical Center Schleswig-Holstein (UKSH). Studi memakai data fMRI kondisi istirahat dari janin, bayi baru lahir, anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Pendekatan ini dipilih karena janin di dalam rahim tidak bisa diminta melihat pola bergerak seperti orang dewasa di dalam pemindai MRI. Tim peneliti lantas merekonstruksi peta internal korteks visual janin lewat perhitungan matematis, lalu membandingkannya dengan peta retinotopik orang dewasa.

Peta Visual Terbentuk Sejak Minggu ke-21

Otak manusia memetakan apa yang dilihat layaknya sebuah peta. Analisis studi menemukan dua karakteristik utama peta visual sudah ada di otak janin sejak minggu ke-21 kehamilan.

Peta pertama adalah eksentrisitas, yang menunjukkan seberapa jauh suatu titik dari pusat bidang visual. Peta kedua berkaitan dengan sudut polar, yang menentukan arah tepat di dalam bidang visual.

Kedua fitur itu terdeteksi di area visual V2 dan V3, wilayah korteks serebral tepat di belakang korteks visual primer (V1). Area ini bertanggung jawab untuk pemrosesan informasi visual lebih lanjut.

Rahim Gelap, tapi Otak Tetap Berlatih

Bayi di dalam rahim tidak membuka mata hingga sekitar minggu ke-28, dan ruang di dalam rahim sepenuhnya gelap. Artinya, pemrosesan visual berkembang tanpa rangsangan cahaya dari luar sama sekali.

Para peneliti menduga sinyal spontan menjadi penyebabnya. Sebelum lahir, retina memancarkan gelombang aktivitas teratur dengan sendirinya, yang perlahan menghubungkan dan menyusun pusat visual di otak.

"Kami menyelidiki pertanyaan mendasar, apakah medan visual kita, sebagaimana diproyeksikan ke mata, sudah terstruktur di otak anak-anak sebelum lahir? Sekarang kita dapat mengatakan, ya, ini sudah terjadi pada tahap perkembangan yang sangat awal," kata Skeide.

"Hasilnya menunjukkan bahwa arsitektur dasar sistem visual kita sudah ada jauh sebelum cahaya pertama masuk ke mata," sambungnya.

Kenapa Bayi Baru Lahir Bisa Kenali Wajah

Studi ini baru menunjukkan hal paling dasar dari sistem penglihatan sebelum lahir. Bagaimana kecerahan, bentuk, atau pengenalan objek berkembang di otak masih menjadi pertanyaan terbuka bagi para peneliti.

Meski begitu, Skeide menyoroti satu fakta menarik. Bayi baru lahir sudah dapat membedakan wajah tak lama setelah lahir, kemampuan yang menurutnya butuh persiapan panjang sejak di dalam kandungan.

"Kami merasa sangat menarik bagaimana hal ini mungkin terjadi begitu dini. Agar hal ini terjadi, lebih banyak hal harus terjadi sebelum lahir daripada sekadar proses dasar yang telah kami uraikan," ujar Skeide.

Yang Bisa Ibu Lakukan Selama Kehamilan

Kabar baiknya, sistem penglihatan janin terbentuk otomatis lewat aktivitas spontan retina, tanpa perlu rangsangan khusus dari luar. Ibu tidak dituntut melakukan stimulasi visual tertentu agar peta visual bayi terbentuk.

Yang tetap penting adalah menjaga asupan gizi dan memeriksakan kehamilan secara rutin, terutama di trimester kedua saat perkembangan otak janin berlangsung cepat. Konsultasikan ke dokter kandungan bila ada keluhan penglihatan atau kondisi kehamilan yang perlu dipantau lebih ketat.

Peta visual yang terbentuk sejak minggu ke-21 menjadi bukti bahwa otak bayi bekerja jauh sebelum ia lahir. Perkembangan penglihatan bayi memang berlanjut setelah lahir, tetapi fondasinya sudah disiapkan sejak dalam kandungan.

Reporter: Sutomo
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top