Flu Perut saat Hamil: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penulis: Yasir  •  Senin, 02 November 2026 | 09:20:01 WIB
Ibu hamil perlu mengenali gejala flu perut agar dapat menentukan langkah penanganan yang tepat.

SULAWESI BARAT — Sepertiga ibu hamil di Swedia dilaporkan mengalami flu perut selama masa kehamilan, menurut studi yang dikutip laman medis Medscape. Kenali gejala, penyebab, dan langkah penanganan flu perut saat hamil agar Bunda bisa waspada tanpa panik berlebihan.

Flu perut atau gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, terutama lambung dan usus, yang dipicu infeksi. Selama kehamilan, keluhan ini termasuk yang paling sering muncul, meski bukan berarti selalu berbahaya.

Perubahan hormon ikut berperan. Kadar progesteron yang tinggi bisa memicu mual dan muntah, memperburuk refluks lambung (GERD), hingga memicu diare lewat peningkatan prostaglandin.

Sebagian ibu hamil bahkan punya gangguan pencernaan kronis yang butuh perhatian khusus. Karena itu, mengenali polanya sejak awal membantu Bunda memutuskan kapan cukup istirahat di rumah dan kapan perlu ke dokter.

Gejala Flu Perut yang Sering Muncul

Studi di Swedia yang dikutip Medscape menemukan sekitar sepertiga perempuan mengalami kondisi ini selama kehamilan. Gejalanya bisa ringan, tapi pada kasus yang tidak ditangani bisa berujung dehidrasi hingga persalinan prematur.

Menurut laman Utswmed, tanda yang perlu Bunda perhatikan antara lain:

  • Diare
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah

Gejala lain yang mungkin menyertai adalah hilangnya nafsu makan, perut kembung, nyeri tubuh, dan perasaan tidak nyaman secara umum. Pada kebanyakan orang, keluhan membaik dalam beberapa hari.

Penyebab Flu Perut saat Hamil

Virus menjadi penyebab paling umum. Penularannya bisa lewat kontak antarmanusia atau sentuhan pada permukaan yang terkontaminasi, misalnya makanan dan air tercemar atau kontak dengan hewan terinfeksi.

Perlu dicatat, perubahan pola buang air besar seperti sembelit atau diare juga kerap terjadi karena kehamilan itu sendiri, tanpa harus disebut flu perut. Diare yang muncul saat atau mendekati persalinan bahkan bisa jadi tanda awal proses melahirkan, seperti dikutip dari laman Seslhd Health.

Seberapa Berbahaya untuk Kehamilan?

Risiko utama flu perut pada ibu hamil adalah dehidrasi, yaitu kehilangan cairan tubuh yang turut menghilangkan gula dan garam penting agar tubuh berfungsi normal. Cairan dan garam yang hilang akibat muntah dan diare perlu segera diganti.

Kalau dibiarkan, dehidrasi bisa memperberat kondisi Bunda. Karena itu, jangan tunda pertolongan medis bila gejala makin parah.

Cara Mengatasi Flu Perut saat Hamil

Untuk gejala ringan, pengobatan rumahan biasanya cukup membantu. Coba langkah berikut:

  • Istirahat di rumah dan tunda dulu aktivitas kerja
  • Minum cairan seperti air putih sedikit-sedikit setiap 5–10 menit
  • Makan saat lapar, mulai dari makanan ringan seperti biskuit tawar, nasi, pisang, atau roti panggang kering

Jika perlu obat untuk gejala ringan, gunakan dosis efektif terkecil dalam jangka waktu sesingkat mungkin. Loperamide dan kombinasi Diphenoxylate-Atropine (Lomotil) dapat dipakai selama kehamilan, tetapi sebaiknya dihindari untuk diare sedang hingga berat karena tidak mengatasi penyebab dasar dan justru memperlama penyakit.

Cara Mencegah Flu Perut Selama Kehamilan

Pencegahan tetap jalan terbaik. Cuci tangan menyeluruh dengan sabun dan air mengalir setidaknya 10 detik setelah dari toilet, mengganti popok, serta sebelum makan atau menyiapkan makanan. Keringkan dengan handuk bersih.

Hindari menyiapkan makanan untuk orang lain atau merawat pasien, anak-anak, dan lansia sampai 48 jam setelah diare atau muntah berhenti.

Kapan Harus ke Dokter

Segera cari pertolongan medis bila Bunda tidak mampu menahan asupan cairan, jarang buang air kecil, merasa pusing saat berdiri, atau urine berwarna gelap. Tanda-tanda itu mengarah pada dehidrasi yang perlu ditangani tenaga kesehatan.

Flu perut saat hamil umumnya bisa diatasi dengan istirahat dan cairan yang cukup. Kuncinya, kenali gejalanya, jaga kebersihan tangan, dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter begitu muncul tanda bahaya.

Reporter: Yasir
Sumber: haibunda.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top