Gubernur Sulbar Tinjau Lokasi Kunjungan Wapres Gibran di Bonehau, Serahkan Rp50 Juta untuk Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang

Penulis: Fajar  •  Minggu, 01 November 2026 | 06:46:01 WIB
Gubernur Sulawesi Barat meninjau lokasi kunjungan Wakil Presiden RI di Bonehau, Sabtu (31/10/2026).

MAMUJU — Peninjauan lokasi berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan Gubernur didampingi jajaran panitia peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang. Bantuan Rp50 juta diserahkan langsung kepada panitia untuk memenuhi kebutuhan persiapan sekaligus menyambut kedatangan Wakil Presiden RI.

Dalam kesempatan itu, Suhardi menyampaikan apresiasi terhadap sejarah panjang, kekayaan budaya, dan kehidupan masyarakat Kalumpang yang dinilai menjunjung tinggi nilai persatuan dan toleransi.

Kalumpang Dinilai Tonggak Sejarah Mamuju Sejak 464 Tahun Lalu

Menurut Suhardi, kawasan Kalumpang memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Sulawesi Barat. Ia menyebut wilayah tersebut telah memiliki struktur pemerintahan sejak 464 tahun silam.

"Kalumpang itu indah, peradabannya tua. 464 tahun yang lalu, Kalumpang sudah memiliki struktur pemerintahan. Olehnya itu, hari jadi Mamuju, tonggak sejarahnya adalah Kalumpang," ungkap Suhardi Duka.

Selain sejarahnya, Gubernur mengapresiasi keramahan warga serta kekayaan budaya Kalumpang yang menjadi bagian dari identitas Sulawesi Barat.

Tenun Sekomandi Dipajang di Museum Amerika Serikat

Suhardi secara khusus menyoroti kain tenun Sekomandi sebagai warisan budaya bernilai seni tinggi. Menurutnya, kain khas Kalumpang itu telah dikenal hingga mancanegara.

Ia mengaku pernah melihat Sekomandi dipajang di sebuah museum di Amerika Serikat. "Begitu kuatnya Sekomandi, begitu tingginya nilai seni dan nilai budaya Sekomandi itu. Olehnya itu, banggalah kita. Bukan hanya orang Kalumpang yang bangga, saya pun bangga dengan Sekomandi," ujarnya.

Gubernur Ajak Warga Wujudkan Toleransi dalam Tindakan Nyata

Pada momentum peringatan satu abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, Suhardi mengajak masyarakat menjadikan nilai keagamaan sebagai bagian kehidupan sehari-hari. Pemahaman agama, katanya, tidak cukup sebatas membaca kitab suci, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku dan tindakan nyata.

Ia menegaskan pemahaman terhadap agama harus berjalan seiring penghormatan terhadap perbedaan. Indonesia terdiri atas beragam agama dan suku, sehingga persatuan perlu terus diperkuat melalui sikap toleransi.

"Pada saat kita memahami agama, maka pada saat itu pula kita juga akan memahami perbedaan. Olehnya itu, kita harus mengakui bahwa Indonesia tidak satu agama, Indonesia tidak satu suku. Dengan demikian, dituntut persatuan. Dan inti dari persatuan adalah rasa toleransi yang tinggi," tegas Suhardi Duka.

Menurut Gubernur, masyarakat Kalumpang telah menunjukkan praktik toleransi, saling memahami, dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai itu dinilai perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Jalan ke Kalumpang Terus Dibangun Menjelang Dua Tahun Kepemimpinan

Di sisi lain, Suhardi menegaskan komitmen pemerintah provinsi mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Kalumpang, termasuk akses jalan untuk mendukung konektivitas dan kemajuan daerah.

"Saya pun memiliki tanggung jawab untuk membangun daerah ini. Menjelang dua tahun kepemimpinan saya, alhamdulillah tetap kita bangun jalan. Dan tanggung jawab saya untuk bisa sampai ke tanah Kalumpang," ungkapnya.

Suhardi berharap peringatan 100 tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang menjadi momentum merawat warisan sejarah, memperkuat toleransi, dan meneguhkan semangat persatuan dalam membangun Sulbar yang lebih maju.

Reporter: Fajar
Sumber: kabardesa.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top