NASA Tangkap Citra Kawah Spider Crater di Australia, Mirip Laba-laba Raksasa

Penulis: Saiful  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 11:49:01 WIB
Citra satelit Landsat 9 milik NASA menampilkan Spider Crater berukuran 13 x 11 kilometer di Kimberley, Australia.

SULAWESI BARAT — Instrumen Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 9 milik NASA dan USGS menangkap citra Spider Crater, kawah berbentuk oval berukuran 13 x 11 kilometer di wilayah Kimberley, Australia. Bagian tengah kawah yang menyerupai laba-laba memiliki lebar sekitar 4 kilometer dan diduga terbentuk dari tumbukan meteorit 600–900 juta tahun lalu. Citra ini memperkuat bukti bahwa struktur tersebut adalah bekas benturan benda langit, bukan formasi vulkanik.

Spider Crater terletak di lanskap terpencil Kimberley, Australia, dan menjadi salah satu objek geologi yang paling lama membingungkan ilmuwan. Citra terbaru diambil pada 20 September dan dirilis NASA Earth Observatory untuk memperlihatkan detail struktur kawah dari orbit.

Bagaimana Bentuk Laba-laba Itu Terbentuk

Pola menyerupai laba-laba di bagian tengah kawah merupakan sisa dari central uplift, yaitu area dasar kawah yang terangkat kembali setelah menerima guncangan awal tumbukan. Proses pemantulan batuan ini membentuk kubah di pusat kawah.

Bagian yang tampak seperti "kaki" berwarna terang adalah punggung bukit batu pasir yang bertahan saat lapisan batuan lain di zona tumbukan terkikis. Pola inilah yang memberi kesan seekor laba-laba raksasa membentang di permukaan tanah.

Bukti Tumbukan Meteorit di Balik Kawah

Selama puluhan tahun setelah penemuannya, para ilmuwan sulit menyusun penjelasan pasti soal proses pembentukan Spider Crater. Sebagian peneliti sempat menduga kawasan ini memiliki sejarah vulkanik.

Penelitian lapangan kemudian menemukan tanda khas bekas tumbukan, yakni rekahan berbentuk kipas yang disebut shatter cone. Struktur ini hanya terbentuk ketika gelombang kejut sangat kuat merambat melalui batuan.

"Rekahan ini hanya terbentuk ketika gelombang kejut yang sangat kuat merambat melalui batuan. Struktur tersebut ditemukan secara luas di bagian kubah tengah Spider Carter," tulis NASA Earth Observatory dalam keterangannya, Selasa (13/10).

Analisis laboratorium terhadap kristal kuarsa dan zirkon yang mengalami tekanan kejut dari batu pasir di kawasan tersebut turut menguatkan kesimpulan adanya tumbukan meteorit.

Perkiraan Usia dan Konteks Geologis

NASA belum bisa memastikan waktu persis terjadinya tumbukan. Perkiraan berbasis usia batuan di wilayah itu menunjukkan peristiwa tersebut berlangsung sekitar 900 juta hingga 600 juta tahun lalu, atau pada akhir periode Precambrian.

Spider Crater bukan kawah tumbukan pertama yang menarik perhatian ilmuwan, tetapi kombinasi ukuran, pola pengangkatan tengah, dan kondisi erosinya membuat struktur ini kerap jadi rujukan studi geomorfologi kawah di Australia.

Mengapa Citra Satelit Ini Penting

Pemotretan lewat Landsat 9 memungkinkan peneliti memetakan sebaran shatter cone dan punggung batu pasir tanpa harus turun ke lapangan di medan terpencil. Data citra semacam ini membantu memisahkan struktur tumbukan dari formasi vulkanik yang punya kemiripan visual.

Bagi khalayak luas, citra Spider Crater menegaskan bahwa lanskap Australia menyimpan jejak peristiwa kosmik berskala besar. NASA Earth Observatory merilis gambar ini sebagai bagian dari dokumentasi berkala bentang alam Bumi dari orbit.

Reporter: Saiful
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top