MAMASA — Reses digelar di Ne'ke, Desa Taupe, dengan warga Petrus sebagai salah satu penyampai aspirasi. Petrus menyoroti kondisi jalan yang dinilai memprihatinkan sejak Kabupaten Mamasa terbentuk. Ia menyebut warga masih kerap bergotong royong memperbaiki jalan agar bisa dilalui.
Menurut Petrus, akses jalan berperan penting menopang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi harian. Warga berharap penanganan infrastruktur tidak terus bergantung pada swadaya masyarakat. Persoalan jalan menjadi perhatian karena menyangkut kelancaran distribusi hasil bumi dari desa.
"Sejak Mamasa jadi Kabupaten, kondisi jalan kami tidak pernah diperhatikan, setiap saat kami gotong-royong untuk memperbaiki supaya bisa dilalui," ungkap Petrus dalam pertemuan itu.
Selain jalan, Petrus menyampaikan persoalan rumah tidak layak huni yang telah diusulkan melalui Dinas Perumahan. Ia meminta aspirasi soal bantuan perumahan dikawal agar memperoleh tindak lanjut dari instansi terkait. Usulan serupa sebelumnya masuk lewat jalur dinas, bukan baru muncul di reses.
Di sektor pertanian, Petrus mengungkapkan masih kurangnya sarana dan prasarana yang dibutuhkan petani. Ia berharap pemerintah memberi dukungan fasilitas pertanian yang memadai untuk menunjang produktivitas. Mamasa dikenal sebagai salah satu daerah dengan basis usaha tani yang luas di Sulawesi Barat.
Warga juga meminta pemerintah membantu penyelesaian pembangunan gereja. Harapannya, usulan itu diperjuangkan agar rumah ibadah bisa selesai dan dimanfaatkan jemaat.
Reski Masran menyatakan akan meneruskan berbagai usulan masyarakat kepada pemerintah daerah. Menurutnya, aspirasi reses dapat menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta kemampuan anggaran. Ia memilih bicara terbuka soal batasan itu ketimbang menjanjikan hasil instan.
"Kami tidak berjanji akan segera terealisasi aspirasi yang disampaikan, namun tentunya akan saya tindaklanjuti sebagai wakil kalian," tegas Reski.
Ia menambahkan, apa pun yang disampaikan kepadanya akan disuarakan kepada pemerintah daerah demi kepentingan rakyat. Warga berharap persoalan yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan aspirasi. Reses masa sidang I 2026/2027 menjadi jalur formal bagi konstituen Mamasa untuk menagih perhatian pemerintah daerah.