SULAWESI BARAT — Serangan udara Rusia ke Kyiv pada Minggu malam menewaskan seorang wanita dan melukai tiga warga lain, sekaligus merusak stasiun kereta bawah tanah di tepi kiri ibu kota Ukraina. Wali Kota Vitali Klitschko menyebut bangunan hunian 25 lantai, sejumlah bangunan non-hunian, dan fasilitas medis turut terdampak.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko menyampaikan laporan serangan melalui kanal Telegram pada Senin (19/10/2026). Seorang saksi mata Reuters mendengar suara ledakan di kota saat serangan berlangsung pada malam sebelumnya.
Kerusakan paling parah terjadi di kawasan tepi kiri Kyiv. Selain stasiun kereta bawah tanah, serangan menghantam sebuah gedung hunian berlantai 25, beberapa bangunan non-hunian, dan fasilitas medis. Korban luka dilaporkan berjumlah tiga orang.
Stasiun kereta bawah tanah di tepi kiri ibu kota menjadi salah satu sasaran yang rusak. Kawasan tepi kiri selama ini dikenal sebagai wilayah permukiman padat yang bergantung pada transportasi publik, sehingga kerusakan fasilitas tersebut berpotensi mengganggu mobilitas warga sehari-hari.
Serangan berlangsung pada malam hari, saat sebagian warga kemungkinan masih beraktivitas di luar rumah. Ledakan yang terdengar oleh saksi Reuters menandakan skala serangan yang cukup besar untuk dirasakan di beberapa titik kota.
Presiden Volodymyr Zelensky menyatakan Amerika Serikat kembali berbagi intelijen penting untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari serangan rudal Rusia. Pasokan intelijen sempat terhenti sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Menurut Zelensky, intelijen tersebut menjadi kunci dalam memberikan peringatan dini terhadap rudal berkecepatan tinggi yang diluncurkan Rusia secara bertubi-tubi. Peringatan dini semacam ini menentukan seberapa cepat warga bisa mencapai tempat perlindungan sebelum rudal menghantam.
Zelensky juga sempat berbincang dengan utusan perdamaian Amerika Serikat, Steve Witkoff dan Jared Kushner, setelah keduanya mengunjungi Kyiv awal bulan ini. Kunjungan itu berlangsung di tengah upaya Washington menengahi kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dimulai lewat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Bagi warga Kyiv, serangan ini menambah daftar malam yang harus dilewati di tengah ancaman udara. Kerusakan pada stasiun bawah tanah dan fasilitas medis memperlihatkan bahwa infrastruktur sipil tetap menjadi sasaran, bukan hanya instalasi militer.
Di sisi diplomasi, aliran intelijen dari AS menjadi penopang pertahanan udara Ukraina. Tanpa peringatan dini, rudal berkecepatan tinggi sulit diantisipasi, dan jumlah korban berpotensi lebih besar.
Pertemuan Zelensky dengan Witkoff dan Kushner menunjukkan jalur perundingan masih terbuka, meski pertempuran di lapangan belum menunjukkan tanda mereda. Serangan terbaru ini akan menjadi ujian bagi seberapa serius kedua pihak mendorong gencatan senjata.