Densus 88 Sulbar dan GP Ansor Majene Edukasi 70 Siswa MAN 1 Majene soal Bahaya IRET dan NVE

Penulis: Ragil  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 14:16:01 WIB
Personel Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri memberikan materi tentang bahaya IRET dan NVE kepada siswa MAN 1 Majene.

MAJENE — Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri hadir bersama pengurus PC GP Ansor Kabupaten Majene untuk memberi pemahaman langsung kepada pelajar tentang karakteristik paham kekerasan. Tiga personel Satgaswil yang bertugas adalah Ipda Benyamin Jecshon Kendek, Briptu Muh. Syahru Ramadhan, dan Briptu Muh. Taufik Hidayat. Dari GP Ansor hadir Ketua PC GP Ansor Kabupaten Majene Andi Zahri Napis dan anggota Muh. Irfan.

Kegiatan berlangsung di Aula MAN 1 Majene yang beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Banggae Timur. Wakil Kepala Sekolah MAN 1 Majene Nuraida turut hadir mendampingi siswa sepanjang sesi materi.

Moderasi Beragama Disampaikan Lebih Dulu sebelum Materi Densus 88

GP Ansor Kabupaten Majene membuka sesi dengan pemahaman soal moderasi beragama dan penguatan nilai kebangsaan. Materi itu disampaikan sebagai fondasi sebelum Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar memaparkan bahaya IRET dan NVE.

Pendekatan berlapis ini menempatkan organisasi kepemudaan keagamaan sebagai mitra awal di ruang sekolah. GP Ansor masuk lebih dulu membahas cara pandang keberagaman, baru kemudian aparat memaparkan ancaman konkretnya.

Ipda Benyamin: Paham IRET Bisa Menyusup Lewat Game Online

Ipda Benyamin Jecshon Kendek memaparkan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya di kalangan pelajar. Ia menyoroti jalur digital sebagai pintu masuk yang paling sulit diawasi orang tua dan guru.

"Siswa harus membangun daya tangkal dan meningkatkan literasi digital, karena paham IRET dapat menyusup melalui game online, media sosial, maupun pergaulan digital," ujar Ipda Benyamin Jecshon Kendek.

Peserta juga mendapat edukasi soal cara menyaring informasi yang diterima sehari-hari. Penekanannya pada toleransi dan moderasi sebagai sikap yang harus dipraktikkan, bukan sekadar dihafal.

Nuraida Sebut Kehadiran Densus 88 Bantu Antisipasi Paparan Paham Kekerasan

Wakil Kepala Sekolah MAN 1 Majene Nuraida menyampaikan apresiasi kepada tim yang hadir berbagi pemahaman kepada siswa. Menurutnya, sekolah butuh pihak luar untuk memperkuat antisipasi terhadap paparan paham kekerasan.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang telah meluangkan waktu untuk hadir sekaligus berbagi ilmu dengan kami, guna lebih mengantisipasi terhadap paparan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme sekaligus mengenai bahaya Nihilistic Violent Extremism," ujar Nuraida.

Rangkaian Sosialisasi Berlanjut ke Sejumlah Madrasah di Sulbar

Kolaborasi Satgaswil Sulbar dan GP Ansor Kabupaten Majene bukan kegiatan tunggal. Sosialisasi serupa sebelumnya digelar di berbagai sekolah dan madrasah di Sulawesi Barat, termasuk MAN 1 Majene pada Agustus 2026.

Pola yang dipakai konsisten: masuk ke lingkungan pendidikan, menyasar siswa usia sekolah menengah, dan melibatkan organisasi keagamaan lokal sebagai jembatan. Hasil yang diharapkan, siswa MAN 1 Majene mampu menyaring informasi secara kritis dan ikut menjaga lingkungan madrasah tetap aman serta kondusif.

Reporter: Ragil
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top