SULAWESI BARAT — Toyota Avanza rakitan Indonesia tercatat diekspor ke enam negara sepanjang Januari–Agustus 2026, dengan Filipina sebagai tujuan terbesar mencapai 15.168 unit. Data Gaikindo itu menempatkan Avanza sebagai salah satu model ekspor andalan Indonesia, meski volume ke lima negara lain jauh lebih kecil. Peru dan Meksiko menyusul di posisi kedua dan ketiga dengan 3.190 unit dan 2.289 unit.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merilis data ekspor Avanza dalam bentuk utuh (CBU) per Agustus 2026. Dari catatan tersebut, enam negara tercatat mengimpor model yang sudah lebih dari 20 tahun mengisi pasar otomotif nasional ini.
Filipina menjadi pasar terbesar dengan pengiriman tiga tipe sekaligus, yakni 1.3 L CVT, 1.3 L MT, dan 1.5 L CVT. Totalnya menembus 15.168 unit selama delapan bulan pertama tahun ini, jauh melampaui negara tujuan lainnya.
Di situs Toyota Filipina, Avanza ditawarkan dalam empat tipe. Tiga tipe memakai mesin 1.3 L, sementara tipe tertinggi mengandalkan mesin 1.5 L.
Harga Avanza di sana mulai 844 ribu peso atau setara Rp 239 jutaan, hingga 1,071 juta peso yang setara Rp 303 jutaan. Rentang harga itu menempatkan Avanza di segmen MPV entry-level yang bersaing ketat di pasar Filipina.
Peru menempati posisi kedua dengan 3.190 unit sepanjang Januari–Agustus 2026. Angka itu sekitar seperlima dari volume yang dikirim ke Filipina.
Meksiko menyusul di posisi ketiga dengan 2.289 unit pada periode yang sama. Dua pasar Amerika Latin ini konsisten menyerap Avanza rakitan Indonesia, meski skalanya belum menyamai Filipina.
Tiga negara terakhir mencatat volume yang jauh lebih kecil. Qatar mengimpor 249 unit, Myanmar 128 unit, dan Bangladesh hanya 19 unit sepanjang tahun berjalan.
Berikut daftar lengkap negara pengimpor Avanza buatan Indonesia berdasarkan data Gaikindo per Agustus 2026:
Posisi Avanza sebagai model ekspor tak lepas dari rekam jejaknya di pasar domestik. Selama lebih dari dua dekade, model ini konsisten bersaing di daftar mobil terlaris bulanan di Indonesia.
Kapasitas produksi dalam negeri yang mumpuni memungkinkan Toyota memasok permintaan luar negeri tanpa mengganggu alokasi untuk pasar lokal. Skema ekspor CBU seperti ini juga lazim dilakukan pabrikan lain yang punya basis produksi di Indonesia.
Dari sisi konsumen di negara tujuan, Avanza dikenal sebagai MPV dengan harga terjangkau, kabin tujuh penumpang, dan biaya perawatan rendah. Karakter itu cocok dengan kebutuhan keluarga di pasar berkembang seperti Filipina, Peru, dan Meksiko.
Data Gaikindo ini mencakup periode Januari hingga Agustus 2026, sehingga angka akhir tahun masih bisa bertambah jika pengiriman ke enam negara tersebut berlanjut hingga Desember.