MAMUJU — Rapat pemantapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Sulawesi Barat digelar di Mamuju karena waktu perayaan semakin dekat. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana memimpin langsung rapat tersebut dan menekankan agar perayaan tahun ini berlangsung semeriah mungkin.
Menurut Junda, meriah tidak berarti mewah. Prinsip itu yang ia pegang dalam menyusun seluruh rangkaian kegiatan Hari Jadi Sulbar.
"Ini rapat pemantapan mengingat ini sudah mendekati hari jadi. Kita prinsipnya bahwa peringatan Hari Jadi itu kita laksanakan semeriah mungkin ya, meriah bukan berarti mewah," ujar Junda Maulana.
Junda menegaskan perayaan Hari Jadi bukan hanya milik jajaran Pemprov Sulbar. Menurutnya, peringatan ini milik seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten.
Karena itu, ia meminta keterlibatan aktif dari pemerintah kabupaten hingga masyarakat umum dalam setiap kegiatan. Banyak rangkaian acara yang disusun dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan warga.
"Yang penting ini adalah keikutsertaan dan partisipasi semua. Jadi Hari Jadi ini bukan hari jadinya aparat Pemprov saja tapi Hari Jadi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten. Sehingga banyak kegiatan kita melibatkan dari pemerintah kabupaten dan juga masyarakat," jelasnya.
Progres persiapan perayaan HUT ke-22 Sulbar dinilai Junda sudah cukup baik. Rangkaian kegiatan mulai digelar sejak 16 September hingga hari puncak perayaan pada 22 September 2026.
Hari Jadi Sulbar sendiri akan diperingati pada Selasa, 22 September 2026 mendatang.
Junda memberikan penekanan khusus terkait pelayanan kepada tamu undangan. Ia meminta agar tidak ada tamu yang tertinggal dalam pelayanan, terutama para pejuang pembentukan Sulbar yang akan hadir.
"Penekanan bahwa persiapkan kegiatan dengan baik, jangan sampai ada yang tertinggal terutamanya dalam menyikapi tamu-tamu undangan. Yang terpenting itu penghargaan pada tamu undangan khususnya para pejuang-pejuang yang akan hadir, kita perlu berikan perhatian khusus," tegasnya.
Junda juga meminta agar acara tidak terlalu banyak diisi dengan kegiatan seremonial yang menguras energi. Menurutnya, acara membutuhkan hiburan dan relaksasi bagi semua pihak yang terlibat.
"Saya berharap acaranya jangan terlalu banyak seremonialnya sehingga menghabiskan energi, sehingga acara rileksnya itu kurang. Kita butuh hiburan, kita butuh relaksasi dalam kegiatan ini," tutur Junda Maulana.
Dengan prinsip meriah tanpa mewah, Pemprov Sulbar menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan pemerintah kabupaten dan masyarakat hingga puncak perayaan 22 September 2026.