MAMUJU TENGAH — Tim Pencegahan Satgaswil Sulawesi Barat Densus 88 Antiteror Polri menyambangi SMK Negeri 1 Karossa untuk membekali siswa dengan pemahaman bahaya paham kekerasan. Sosialisasi diikuti sekitar 120 peserta di Aula UPTD SMK Negeri 1 Karossa, Mora Km. 6, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. Kegiatan ini menyasar pelajar sebagai kelompok yang rentan terpapar paham ekstremisme melalui pergaulan dan ruang digital.
Tim yang hadir terdiri atas Bripka Ismail Azis dan Briptu Muh. Affany Aghny. Kegiatan turut dihadiri Kepala UPTD SMK Negeri 1 Karossa Syamsuddin serta Pengawas Sekolah Kabupaten Mamuju Tengah Muh. Jusuf.
Bripka Ismail Azis menjelaskan karakteristik paham IRET beserta indikator awal penyebarannya. Ia menekankan bahwa paham kekerasan dapat menyusup lewat berbagai ruang interaksi remaja, termasuk permainan daring dan pergaulan digital.
"Siswa perlu membangun daya tangkal, meningkatkan literasi digital, serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan, toleransi, dan moderasi. Bijaklah dalam menyaring informasi yang diterima, baik dari media sosial maupun game online," ujar Bripka Ismail Azis.
Siswa diminta memiliki kemampuan berpikir kritis, tidak mudah terprovokasi, serta senantiasa menghargai perbedaan. Penekanan pada literasi digital dinilai penting karena paparan konten ekstrem kini banyak berseliweran di platform yang sehari-hari dipakai remaja.
Pengawas Sekolah Kabupaten Mamuju Tengah Muh. Jusuf menyampaikan apresiasi kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar Densus 88 AT Polri yang hadir memberikan edukasi.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Tim Pencegahan Satgaswil Sulbar yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berbagi ilmu dengan kami, guna lebih mengantisipasi terhadap paparan bahaya paham IRET sekaligus mengenai bahaya Nihilistic Violent Extremism," ujar Muh. Jusuf.
Kepala UPTD SMK Negeri 1 Karossa Syamsuddin menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan siswa terhadap berbagai bentuk paham kekerasan.
"Kegiatan ini menjadi langkah positif untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengetahuan siswa-siswi terhadap berbagai bentuk paham kekerasan, terutama yang dapat memengaruhi generasi muda melalui lingkungan pergaulan maupun media sosial," kata Syamsuddin.
Melalui sosialisasi ini, para siswa UPTD SMK Negeri 1 Karossa diharapkan semakin memahami bahaya IRET dan NVE. Mereka juga diharapkan mampu menyaring informasi secara bijak serta berkontribusi menciptakan lingkungan sekolah yang aman, toleran, dan kondusif.
Kegiatan serupa menjadi bagian dari upaya pencegahan dini yang dilakukan Densus 88 Antiteror di wilayah Sulawesi Barat. Pendekatan edukatif ke sekolah-sekolah dipilih untuk memutus paparan paham kekerasan sebelum mengakar di kalangan generasi muda.