Superhuman Akuisisi Fathom, Notetaker AI dengan 400 Ribu Pengguna Aktif

Penulis: Saiful  •  Senin, 14 September 2026 | 21:47:31 WIB
Superhuman resmi mengakuisisi Fathom, aplikasi notetaker AI dengan 400 ribu pengguna aktif bulanan.

SULAWESI BARAT — Fathom didirikan pada 2020 dan telah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$30 juta (setara Rp 495 miliar). Menurut data PitchBook, valuasi Fathom pada 2024 mencapai US$94 juta atau sekitar Rp 1,55 triliun. Hingga kini, lebih dari 1 juta orang tercatat pernah menggunakan layanan ini untuk merekam rapat.

Siapa Fathom dan Apa yang Ditawarkannya

Fathom adalah aplikasi notetaker yang merekam, mentranskripsi, dan merangkum rapat secara otomatis menggunakan AI. Model bisnisnya mengandalkan paket gratis yang cukup longgar, yang menurut perusahaan menjadi kunci pertumbuhan basis penggunanya hingga menembus 400.000 MAU.

Investor Fathom mencakup Zoom Apps Fund, Telescope Partners, BoxOne Ventures, dan Maven Ventures. Nama-nama individu juga masuk dalam cap table, termasuk CEO Reddit Steve Huffman, mantan CEO Twitch Emmett Shear, dan co-founder Cruise Kyle Vogt.

Mengapa Superhuman Memilih Jalur Akuisisi

Superhuman sebenarnya sempat menguji notetaker internal bersama sejumlah pengguna terpilih pada awal tahun ini. Namun, perusahaan memutuskan membeli produk yang sudah jadi ketimbang membangun dari nol.

CEO Superhuman Shishir Mehrotra mengakui proses pengujian itu membuka matanya soal tingkat kesulitan membangun notetaker yang benar-benar matang.

"Kami sudah mengerjakan area ini secara internal cukup lama. Saya rasa itu sangat meningkatkan keyakinan kami terhadap permintaan di kategori ini. Juga menjadi sangat jelas betapa dalamnya produk-produk di kategori ini dan betapa banyak yang harus dibangun. Banyak dari produk ini membuat pekerjaannya terasa sangat mudah, tapi sebenarnya cukup rumit untuk melakukan pekerjaan yang hebat di semua bagian [perekaman rapat]," kata Mehrotra kepada TechCrunch.

Mehrotra menyebut dirinya terkesan dengan sejumlah kerumitan teknis yang dibangun tim Fathom, meski tidak merinci bagian mana. Ia memberi sinyal bahwa dengan notetaker, Superhuman bisa menampilkan konteks rapat secara real-time.

Dampak ke Produk dan Basis Pengguna

Superhuman saat ini memiliki ekosistem yang mencakup klien email, aplikasi dokumen, kalender, solusi basis data, dan platform pembuat agen AI yang baru diluncurkan. Kehadiran notetaker di tengah ekosistem itu memungkinkan Superhuman menyusun draf email, memperbarui entri data, menjadwalkan rapat lanjutan, serta membiarkan agen AI memulai pekerjaan dan mengekstrak wawasan dari data rapat.

CEO Fathom Richard White menilai basis pengguna Superhuman yang mencapai 40 juta orang menjadi peluang distribusi yang sulit ditolak.

"Jangkauan Superhuman sangat besar. Saya selalu memikirkan M&A dalam konteks kecepatan membangun produk yang digunakan semua orang, dan sebagian dari itu bermuara pada distribusi. Jika kami menjalankan Fathom sebagai perusahaan mandiri, kami harus membangun banyak hal yang sudah ada di platform Superhuman," ujar White.

Persaingan di Pasar Notetaker AI

Kompetisi di ruang notetaker rapat sedang ketat. Granola, Read AI, dan pendatang baru Wispr masing-masing mengumpulkan pendanaan jutaan dolar untuk mempercepat pertumbuhan. Sejumlah startup notetaker yang didanai ventura disebut mulai merasakan tekanan pasar untuk melakukan lebih dari sekadar mencatat.

Tekanan itulah yang menjadi salah satu faktor di balik keputusan Superhuman mengakuisisi Fathom, alih-alih bersaing dari nol di kategori yang sudah padat.

Bagi pengguna di Indonesia, model kerja hibrida yang melibatkan rapat lintas zona waktu membuat alat pencatat rapat berbasis AI semakin relevan. Akuisisi ini menjadi sinyal bahwa platform produktivitas besar akan semakin agresif mengintegrasikan AI agent ke alur kerja harian, bukan sekadar sebagai fitur tambahan.

Reporter: Saiful
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top