SULAWESI BARAT — Bagi ibu yang rutin membawa si kecil ke Posyandu, peran lembaga ini bukan sekadar menimbang berat badan. Ada fungsi strategis yang berdampak langsung pada pencegahan stunting.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Dampaknya bukan cuma soal tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya.
Anak yang mengalami stunting berisiko memiliki kemampuan kognitif lebih rendah dan daya tahan tubuh lemah. Karena itu, deteksi dini jadi kunci. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang intervensi berhasil.
Posyandu menjadi titik terdekat ibu dengan layanan kesehatan dasar. Setiap bulan, kader Posyandu menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan mencatat perkembangan anak di buku KIA.
Data ini dipakai untuk mendeteksi apakah anak tumbuh sesuai standar atau ada tanda-tanda gagal tumbuh. Jika ditemukan risiko, kader bisa segera merujuk ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lanjutan.
Posyandu juga memberikan penyuluhan gizi, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan. Semua layanan ini menyasar kelompok paling rentan, yaitu ibu hamil dan anak di bawah dua tahun.
Pemerintah menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 17,5 persen pada 2026. Untuk itu, Posyandu diperkuat dari sisi kader, alat ukur, hingga pelaporan data.
Penguatan ini penting karena deteksi dini stunting butuh data akurat dan berkelanjutan. Tanpa pencatatan yang rapi, anak berisiko terlewat dari intervensi yang seharusnya mereka terima.
Selain rutin ke Posyandu, ibu bisa memantau tumbuh kembang anak secara mandiri di rumah. Catat berat dan tinggi badan setiap bulan, lalu bandingkan dengan standar di buku KIA.
Segera konsultasi ke dokter atau puskesmas jika berat badan anak tidak naik selama dua bulan berturut-turut. Waspadai juga anak yang sering sakit, lemas, atau pertumbuhannya jauh di bawah anak seusia.
Jangan tunggu sampai muncul tanda jelas. Deteksi dini lewat Posyandu dan pemeriksaan rutin adalah langkah paling efektif mencegah stunting.
Membawa anak ke Posyandu setiap bulan bukan sekadar rutinitas. Ini investasi kecil yang berdampak besar pada masa depan si kecil.