SULAWESI BARAT — Penyaluran bantuan sosial PKH 2026 menyasar keluarga miskin dan rentan agar kebutuhan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan dapat terpenuhi. Penetapan penerima dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) berdasarkan data kependudukan yang valid, bukan melalui pendaftaran individu secara langsung.
Nominal yang diterima setiap keluarga dihitung berdasarkan kategori anggota keluarga yang memenuhi syarat dalam satu Kartu Keluarga (KK). Berikut rincian dana yang diterima setiap tiga bulan:
Bantuan ini tidak diberikan kepada semua warga. Calon penerima wajib memenuhi sejumlah syarat administratif agar tercatat sebagai KPM.
Jika data diri tidak sesuai atau kondisi ekonomi berubah, pembaruan data dapat diajukan melalui desa, kelurahan, Dinas Sosial, atau aplikasi Cek Bansos.
Verifikasi status kepesertaan hanya dapat dilakukan melalui dua kanal resmi milik pemerintah. Warga diminta waspada terhadap situs atau aplikasi palsu yang mengatasnamakan Kemensos.
Melalui situs cekbansos.kemensos.go.id, langkahnya adalah:
Alternatif lain, gunakan aplikasi "Cek Bansos" yang dapat diunduh dari Play Store atau App Store. Setelah membuat akun dengan data diri sesuai KTP, unggah foto KTP dan swafoto. Masuk ke menu "Cek Bansos", input NIK dan kode verifikasi, lalu klik "Cari Data". Aplikasi ini juga menampilkan daftar penerima di lingkungan sekitar.
Penyaluran PKH dibagi dalam empat periode: Januari-Maret, April-Juni, Juli-September, dan Oktober-Desember. Proses pencairan tidak serentak, sehingga waktu penerimaan antar KPM bisa berbeda-beda.
Untuk tahap ketiga, penyaluran telah dimulai sejak 20 Juli 2026 dan berlangsung hingga akhir September. Warga yang belum menerima dana pada Juli atau Agustus masih berkesempatan untuk mendapatkannya selama periode tersebut berjalan.
Masyarakat diimbau mewaspadai oknum yang mengaku dapat memperlancar pencairan dengan imbalan tertentu. Seluruh proses pengecekan dan penyaluran tidak dipungut biaya apa pun. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi Kemensos atau dinas sosial setempat.