Sekda Sulbar Junda Maulana Buka MPLS Sekolah Rakyat di Mamuju, 450 Siswa Huni Asrama hingga 1.000 Kursi Siap Ditambah

Penulis: Yasir  •  Selasa, 08 September 2026 | 21:46:31 WIB
Sekda Sulbar Junda Maulana membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Mamuju, Senin (7/9/2026).

MAMUJUSekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Sulawesi Barat resmi memulai tahun ajaran baru dengan menampung 450 siswa. Mereka tersebar di jenjang SD, SMP, dan SMA, terdiri dari 180 peserta didik rintisan dan 270 siswa baru.

MPLS yang dibuka Sekda Junda Maulana mewakili Gubernur Suhardi Duka itu berlangsung Senin (7/9/2026). Kehadiran sekolah ini menjawab kebutuhan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Sulbar.

Dua Sekolah Rakyat Hadir di Mamuju dan Polman

Junda menyampaikan rasa syukur karena Sulbar menjadi salah satu provinsi yang memiliki Sekolah Rakyat. Saat ini, fasilitas pendidikan tersebut tersebar di dua daerah, masing-masing satu sekolah di Mamuju dan satu di Polewali Mandar (Polman).

"Pertama wajib kita semuanya bersyukur bahwa Sekolah Rakyat itu ada di Sulbar, ada di Mamuju satu, ada di Polewali Mandar satu," kata Junda dalam sambutannya.

Fasilitas Penuh, Karakter Tetap Harus Mandiri

Meski seluruh fasilitas tinggal di asrama dan kebutuhan makan ditanggung sekolah, Junda mengingatkan para siswa agar tidak menjadi pribadi yang manja. Ia meminta kebiasaan rajin dan mandiri tetap dibangun selama menempuh pendidikan.

"Saya berharap bahwa anak-anak itu bersekolah di sini tetap dikembangkan karakternya sebagai orang yang rajin. Jangan juga masuk di sini kemudian menjadi malas karena dilayani semuanya," tegasnya.

Para guru pun diminta tidak hanya pandai mengajar, tetapi juga mampu mendidik dan membangun kedekatan emosional dengan siswa.

"Guru jangan hanya tahu mengajar, meningkatkan ilmu pengetahuannya saja, tapi juga berkewajiban mengembangkan karakter, akhlak, budi pekertinya juga dikembangkan," ujarnya.

Target Cetak Generasi Emas Berakhlak Mulia

Junda menegaskan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat diarahkan untuk melahirkan generasi emas yang seimbang antara kecerdasan dan moral. Ia berpesan kepada para siswa agar berani mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki selama masa pendidikan.

"Kita butuhkan anak-anak generasi emas yang intelektualnya bagus, akhlaknya mulia. Guru jangan hanya hebat mengajar, tapi mendidik, menyayangi anak-anak semuanya seperti anak-anaknya sendiri, karena itu adalah generasi kita ke depan," pungkas Junda.

Kapasitas Bakal Tembus 1.000 Siswa Setelah Pembangunan Rampung

Dari sisi sarana, Junda memastikan asrama, ruang kelas, dan mobiler untuk 450 siswa saat ini sudah mencukupi. Pembangunan fisik yang belum tuntas disebutnya tidak mengganggu proses belajar-mengajar karena diselesaikan secara bertahap.

"Untuk jumlahnya 450 orang ini sudah cukup. Asramanya cukup, ruang kelasnya cukup," jelas Junda.

Kapasitas itu masih akan bertambah signifikan. Setelah seluruh pembangunan selesai, sekolah diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa untuk tiga angkatan di setiap jenjang pendidikan.

"Kalau sudah jadi ini, maka tiga angkatan, kelas 1, 2, 3 di level pendidikan sudah bisa kita tampung sebanyak seribu lebih," ungkapnya.

Dapur Masih Berproses, Konsumsi Siswa Dilayani Katering

Untuk kebutuhan pangan, dapur sekolah masih dalam tahap penyelesaian. Sebagai gantinya, makanan peserta didik sementara waktu disiapkan melalui layanan katering dengan jadwal tiga kali sehari.

"Dapur sementara berproses. Sementara ini pakai katering karena pemasaknya belum ada. Jadi masih pakai katering, masih tetap tiga kali makan, pagi, siang, dan malam," kata Junda.

Kurikulum yang digunakan tetap mengacu pada standar nasional. Namun, sebagai sekolah berasrama, ada penguatan khusus pada pendidikan kedisiplinan, ibadah, akhlak, dan budi pekerti bagi seluruh siswa.

Reporter: Yasir
Sumber: terassulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top