Sekda Sulbar Buka MPLS Sekolah Rakyat di Mamuju, 450 Siswa Ikuti Pendidikan Berasrama

Penulis: Fajar  •  Senin, 07 September 2026 | 15:01:01 WIB
Sekda Sulbar Junda Maulana membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulbar, Mamuju, yang diikuti 450 siswa.

MAMUJU — Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulbar, Senin lalu. Tahun ini, tercatat 450 siswa mengikuti pendidikan di sekolah berasrama tersebut, terdiri dari 180 peserta didik rintisan dan 270 peserta didik baru untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Sulbar saat ini menyebar di dua kabupaten. Masing-masing satu sekolah di Mamuju dan satu di Polewali Mandar (Polman).

Jangan Malas karena Dilayani

Junda Maulana yang mewakili Gubernur Suhardi Duka mengingatkan para siswa agar tidak kehilangan kebiasaan mandiri meski segala fasilitas telah disediakan. Ia justru khawatir pola asuh asrama yang serba dilayani membuat anak-anak menjadi malas.

"Saya berharap bahwa anak-anak itu bersekolah di sini tetap dikembangkan karakternya sebagai orang yang rajin. Jangan juga masuk di sini kemudian menjadi malas karena dilayani semuanya," tegas Junda Maulana dalam sambutannya.

Menurutnya, pendidikan karakter menjadi kunci melahirkan generasi emas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia. Ia meminta para guru tidak sekadar mengajar, melainkan mendidik dan menyayangi siswa seperti anak sendiri.

"Guru jangan hanya tahu mengajar, meningkatkan ilmu pengetahuannya saja, tapi juga berkewajiban mengembangkan karakter, akhlak, budi pekertinya juga dikembangkan," katanya.

Fasilitas Dinyatakan Cukup untuk 450 Siswa

Dari sisi sarana prasarana, Junda memastikan kapasitas asrama, ruang kelas, hingga mobiler sekolah telah tersedia dan relatif mencukupi untuk menampung 450 siswa. Meski pembangunan fasilitas belum sepenuhnya tuntas, proses belajar-mengajar sudah dapat berjalan dengan memisahkan tahapan penyelesaian pekerjaan fisik dari kegiatan pendidikan.

"Untuk jumlahnya 450 orang ini sudah cukup. Asramanya cukup, ruang kelasnya cukup," jelas Junda Maulana.

Setelah seluruh pembangunan rampung, sekolah ini diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa untuk tiga angkatan pada jenjang pendidikan yang tersedia.

Dapur Masih Berproses, Konsumsi Pakai Katering

Junda mengungkapkan kebutuhan konsumsi siswa untuk sementara disiapkan melalui layanan katering lantaran dapur sekolah masih dalam tahap proses pengerjaan. Para siswa tetap mendapatkan makan tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam.

"Dapur sementara berproses. Sementara ini pakai katering karena pemasaknya belum ada. Jadi masih pakai katering, masih tetap tiga kali makan, pagi, siang, dan malam," kata Junda Maulana.

Kurikulum Tetap, Ada Penguatan Kedisiplinan

Pembelajaran di Sekolah Rakyat tetap mengacu pada kurikulum pendidikan nasional yang berlaku. Namun, sebagai sekolah berasrama, terdapat tambahan penguatan pada aspek kedisiplinan, ibadah, akhlak, dan budi pekerti.

"Kurikulum sama, tapi di sini karena boarding school, maka ada tambahan-tambahan nuansa lain, yaitu pendidikan kedisiplinannya, pendidikan untuk ibadah, akhlak, budi pekerti," jelasnya.

Kepada para siswa, Junda berpesan agar berani menunjukkan seluruh kemampuan dan bakat yang dimiliki selama menjalani pendidikan. Potensi masing-masing siswa diharapkan dapat dikenali oleh para guru untuk kemudian dikembangkan.

"Saya juga berpesan kepada anak-anak sekalian, keluarkan semua kemampuan, bakat yang saudara-saudara miliki agar bisa dikembangkan di sini," pungkasnya.

Reporter: Fajar
Sumber: kabarsulbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top