MAMUJU TENGAH — Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Penggerak PKK Sulawesi Barat menggandeng keluarga di lokus Pastipadu Tobadak untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. Edukasi yang berlangsung di Kantor Desa Tobadak tersebut diikuti para ibu balita dan ibu hamil sebagai garda terdepan pencegahan stunting.
Kegiatan ini merupakan implementasi program Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Program itu menitikberatkan penguatan sumber daya manusia melalui pemenuhan pangan dan gizi masyarakat secara terpadu.
Kepala Bidang Kerawanan Pangan Dinas Pangan Daerah Sulbar, Sofiawati Sofyan, menyebut edukasi tidak hanya soal memenuhi kebutuhan pangan. Para ibu juga diajarkan mengelola sumber daya pangan secara efektif dan efisien di tingkat rumah tangga.
Materi yang diberikan mencakup perencanaan menu makanan keluarga. Dengan perencanaan matang, jumlah makanan yang diolah bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi anggota keluarga. Alhasil, makanan tidak terbuang sia-sia.
"Manajemen pengelolaan sumber daya keluarga salah satunya dilakukan melalui perencanaan menu yang baik, pengelolaan bahan pangan dalam rumah tangga serta memaksimalkan sumber daya pangan yang ada," jelas Sofiawati.
Ia menambahkan, pengelolaan jumlah makanan sesuai kebutuhan konsumsi keluarga dapat mengurangi sisa pangan. Pangan yang tersedia pun bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
Kepala Dinas Pangan Daerah Sulbar, Suyuti Marzuki, mendorong penguatan edukasi pangan dan gizi secara berkelanjutan. Peningkatan pengetahuan masyarakat dianggap krusial untuk mendukung pemenuhan gizi sekaligus mengoptimalkan sumber daya pangan lokal.
Kegiatan ini resmi dibuka oleh Ketua Pokja III TP-PKK Sulbar, dr. Nursyamsi R. Hamzah. Hadir mendampingi, unsur TP-PKK Kabupaten Mamuju Tengah, Kepala Bidang Ketersediaan Dinas Pangan dan Pertanian Mamuju Tengah, Camat Tobadak, serta Kepala Desa Tobadak.
Melalui edukasi ini, para ibu diharapkan mampu menerapkan ilmunya sehari-hari. Mulai dari merencanakan menu, memilih dan mengelola bahan pangan, hingga mengatur porsi makan sesuai kebutuhan keluarga.
Perubahan kebiasaan pengelolaan pangan ini diharapkan berdampak langsung pada pencegahan stunting. Target akhirnya, kualitas konsumsi pangan masyarakat meningkat dan pemborosan pangan di Sulawesi Barat berkurang.