POLEWALI MANDAR — Desa Tandassura di Kecamatan Limboro dikenal sebagai sentra perkebunan kelapa rakyat dengan luas lebih dari 1.393 hektare. Ribuan kepala keluarga menggantungkan hidup dari hasil kebun ini, namun selama ini sebagian besar kelapa dijual dalam bentuk mentah atau kopra. Nilai tambahnya rendah dan harganya mudah goyah mengikuti pasar.
Tim dosen dan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Unsulbar kemudian menghadirkan pelatihan diversifikasi olahan kelapa. Mereka mengajarkan cara memilih bahan baku berkualitas, membuat VCO dengan metode fermentasi tanpa pemanasan tinggi, serta memanfaatkannya menjadi sabun padat dan minyak aromaterapi. Peserta juga dibimbing soal higienitas produksi dan pelabelan kemasan sederhana.
Di sisi lain, praktik kerja di kebun dan rumah produksi selama ini berisiko tinggi. Tim pengabdi memberikan edukasi penggunaan alat pelindung diri (APD), identifikasi bahaya di area perkebunan, prosedur pembakaran sisa produksi yang aman, hingga penyimpanan pestisida yang tidak membahayakan keluarga dan lingkungan.
Ketua Kelompok Tani Sinar Pukkopo, Jumadil S, mengaku terbantu dengan pelatihan ini. “Selama ini kami hanya menjual kelapa mentah, sekarang kami tahu caranya mengolah menjadi VCO, sabun, dan produk lain yang nilainya lebih tinggi. Soal keselamatan kerja juga baru kami sadari pentingnya, terutama saat menyemprot pestisida dan membakar sisa panen,” ujarnya.
Kegiatan PkM ini dijadwalkan berlangsung hingga Desember 2026. Rangkaiannya mencakup sosialisasi, pelatihan, simulasi lapangan, pendampingan, dan evaluasi akhir. Tim pengabdi juga akan memasang poster edukasi keselamatan kerja di titik strategis desa, membagikan leaflet panduan produksi, serta membentuk grup komunikasi daring untuk pendampingan jarak jauh.
Program ini mendukung beberapa target pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama peningkatan pendapatan rumah tangga, produksi yang bertanggung jawab, serta jaminan kesehatan dan keselamatan kerja. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi ajang belajar langsung di luar kampus. Tim pengabdi berharap Desa Tandassura bisa menjadi desa mandiri secara ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memiliki budaya kerja yang lebih aman dan sehat.