IgnitePRO Debut di BATIC 2026, Jembatani Enterprise Wujudkan Ambisi AI

Penulis: Ragil  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:34:31 WIB
IgnitePRO resmi debut di BATIC 2026 untuk menjembatani kebutuhan enterprise dalam mengadopsi teknologi AI.

SULAWESI BARAT — Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026 tidak hanya menghadirkan diskusi soal konektivitas. Tahun ini, Telkom memperluas format acara lewat IgnitePRO, sebuah wadah yang secara spesifik membahas bagaimana korporasi bisa menuai keuntungan nyata dari investasi teknologi AI.

Menjawab Kesenjangan Adopsi AI di Perusahaan

Chief Commercial Officer Kharisma mengungkapkan, banyak perusahaan memiliki ambisi besar untuk mengimplementasikan AI. Namun dalam praktiknya, masih ada jarak yang lebar antara keinginan tersebut dengan kemampuan teknis untuk menerapkannya secara efektif dan efisien.

IgnitePRO lahir untuk mengidentifikasi tantangan tersebut. Forum ini mempertemukan enterprise dengan ekosistem digital yang bisa membantu meminimalkan gap, sehingga potensi AI tidak berhenti sebagai wacana.

"Apa ambisi dari enterprise pada saat mereka mau mengimplementasikan AI? Apa gap yang ada? Bagaimana kemudian kita di digital ecosystem ini bisa menjembatani atau meminimalkan dari gap tersebut," ujar Kharisma di Nusa Dua.

Fokus pada Nilai Bisnis dan Keamanan Siber

Pembahasan dalam IgnitePRO tidak hanya berputar pada teknologi. Forum ini juga menekankan pentingnya menghitung besaran manfaat yang diperoleh perusahaan dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk berinvestasi di AI.

Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba menegaskan, enterprise harus tahu persis keuntungan dari sisi return dibandingkan spending yang dilakukan. Menurutnya, forum-forum berbagi seperti ini menjadi penting agar investasi AI benar-benar membuat perusahaan menjadi lebih baik.

Selain AI, isu keamanan siber dan intelligent digital infrastructure menjadi pilar utama diskusi. Budi menilai keamanan siber semakin krusial, terutama karena serangan terhadap layanan esensial seperti perbankan dan keuangan bisa berdampak sistemik dan luas.

Infrastruktur Fleksibel dan Kepercayaan Pengguna

Kebutuhan konektivitas enterprise pun dinilai telah berubah. Perusahaan kini membutuhkan infrastruktur yang lebih lincah, contohnya bandwidth yang bisa dinaikkan saat periode tertentu dan diturunkan kembali ketika kebutuhan berkurang.

Di sisi lain, Kharisma menambahkan bahwa keberhasilan adopsi AI sangat bergantung pada kepercayaan pengguna. Meski AI mampu meningkatkan produktivitas, teknologi yang sama juga berpotensi memperkuat ancaman digital jika tidak dikelola dengan benar.

Oleh karena itu, transformasi AI tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur. Enterprise wajib memastikan keamanan, membangun kepercayaan pengguna, dan mengukur manfaat bisnis yang dihasilkan secara berkelanjutan.

Lewat kehadiran IgnitePRO, BATIC 2026 mempertegas pergeseran fokus dari sekadar menyediakan konektivitas menuju tantangan berikutnya: bagaimana mengubah potensi AI menjadi aksi nyata dan hasil bisnis yang terukur bagi korporasi di Indonesia.

Reporter: Ragil
Sumber: inet.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top